Bupati Magelang Dialog dengan Warga Grabag Rembuk Solusi Jalan

Dilihat 15 kali

BERITAMAGELANG.ID - Pertumbuhan industri dan ekonomi di Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, memunculkan tantangan baru bagi pembangunan infrastruktur. Kebutuhan angkutan pabrik terus meningkat, sementara jalan kabupaten memiliki batas tonase maksimal 8 ton yang perlu dijaga agar tidak cepat rusak.

Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan Jagong Sore Bersama Bupati Magelang Grengseng Pamuji di Kecamatan Grabag, Minggu (18/10/2026).

Dalam forum yang diinisiasi Camat Grabag itu, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat diajak merumuskan persoalan serta mencari solusi bersama.

Grengseng menegaskan, pembangunan daerah harus berangkat dari kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar mengejar penyelesaian proyek. Terlebih, keterbatasan anggaran menuntut pemerintah lebih cermat menentukan prioritas.

"Saya sangat mengharapkan pola seperti ini. Camat menjadi inisiator di kecamatan dengan melibatkan tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan seluruh potensi yang ada untuk duduk bersama, ngobrol bersama," ujar Grengseng.

Menurutnya, forum rembuk menjadi ruang untuk menyamakan persepsi sekaligus mengidentifikasi persoalan yang perlu ditangani. Dengan demikian, program pembangunan yang disusun diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Harapan saya, pembangunan yang nanti kita lakukan betul-betul menjadi kebutuhan dan milik kita semua. Jadi, bukan berbasis proyek. Proyek selesai, output-nya ada, tetapi manfaatnya bagi masyarakat tidak terasa," tegasnya.

Grengseng mengakui, berkurangnya transfer ke daerah (TKD) hampir Rp250 miliar menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Magelang. Kondisi tersebut membuat kebutuhan pembangunan harus dipetakan dan diprioritaskan sesuai kemampuan anggaran.

Ia meminta pemerintah kecamatan memahami potensi dan kebutuhan wilayah secara menyeluruh, mulai dari kondisi infrastruktur, luas lahan pertanian, hingga perkembangan kegiatan ekonomi.

Salah satu persoalan yang perlu segera dicarikan jalan keluar ialah kebutuhan transportasi untuk mendukung aktivitas industri. Grengseng menegaskan, pemerintah tidak bermaksud menghambat investasi yang dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Namun, aktivitas ekonomi juga harus memperhatikan kapasitas jalan dan ketentuan yang berlaku.

"Saya tidak akan menghambat. Warga di sekitar Grabag juga membutuhkan lapangan pekerjaan. Tetapi di sisi lain, ada aturan dan fasilitas umum yang menjadi kewajiban kita untuk dijaga bersama. Bagaimana caranya, mari kita cari solusi," ajaknya.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu dibahas bersama dengan melibatkan perangkat daerah teknis dan pihak terkait. Dengan begitu, kebutuhan industri dapat dipertemukan dengan upaya menjaga infrastruktur jalan agar tetap berfungsi dalam jangka panjang.

Selain kendaraan angkutan industri, forum tersebut juga menyoroti kebutuhan perbaikan jalan lingkungan dan penataan lalu lintas, termasuk rencana penanganan kawasan bundaran Grabag.

Grengseng meminta setiap rencana penataan dikaji dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap kelancaran lalu lintas dan keberadaan fasilitas yang sudah ada. Ia juga menginginkan informasi mengenai rencana pembangunan disampaikan secara terbuka agar masyarakat memahami persoalan serta pilihan solusi yang tersedia.

Ia berharap rembuk pembangunan tidak berhenti pada penyampaian usulan, tetapi menghasilkan pemetaan masalah dan kesepakatan mengenai langkah yang bisa dilakukan secara bertahap.

"Kalau anggaran dikelola dan dikonsolidasikan dengan baik, setahap demi setahap kebutuhan itu bisa tercapai. Hambatan di setiap kecamatan juga bisa diselesaikan secara bertahap," katanya.

Grengseng berharap pola dialog seperti di Grabag dapat diterapkan di kecamatan lain sehingga perencanaan pembangunan semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang, Mashadi mengatakan, perkembangan ekonomi Grabag cukup pesat, terutama setelah pembangunan pasar pada 2008.

Pertumbuhan tersebut terlihat dari keberadaan berbagai fasilitas ekonomi dan pelayanan publik. Mashadi menyebut terdapat sekitar 21 bank, lebih dari 10 apotek, serta sekitar 14 pusat perbelanjaan dan usaha ritel besar di wilayah tersebut. Namun, perkembangan ekonomi juga diikuti peningkatan volume kendaraan. Kepadatan lalu lintas terutama terasa saat Ramadan dan Lebaran.

"Kalau Lebaran, dari Kaliaji sampai Margotomo bisa memakan waktu setengah jam karena macet. Karena itu, transportasi dan lalu lintas harus direncanakan dengan matang," jelasnya.

Mashadi menerangkan, jalan memiliki klasifikasi berdasarkan kapasitas dan dimensi kendaraan yang dapat melintas. Jalan kelas III, yang menjadi acuan perencanaan jalan kabupaten di Kabupaten Magelang, memiliki batas muatan maksimal 8 ton dengan ukuran kendaraan sekitar 2,1 meter x 8 meter.

Kendaraan dengan muatan atau dimensi lebih besar berpotensi menambah beban jalan dan mempercepat kerusakan apabila tidak sesuai dengan kemampuan infrastruktur.

Karena itu, menurutnya, perencanaan transportasi di Grabag perlu mempertimbangkan pertumbuhan industri, kebutuhan angkutan barang, kapasitas jalan, serta penataan lalu lintas. Sinkronisasi tersebut penting agar perkembangan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan pemeliharaan infrastruktur dan kelancaran mobilitas masyarakat.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang

✨ Transformasi Mindset, Wujudkan Pelayanan Publik Berkualitas! Pemerintah Kabupaten Magelang terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan birokrasi yang profesional, responsif, ramah, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan Transformasi Mindset dan Sharing Praktik Baik Pelayanan Publik, seluruh jajaran diajak untuk membangun pola pikir positif, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat sinergi dan kolaborasi antarperangkat daerah. 🤝 Karena pelayanan terbaik lahir dari kerja sama, kepedulian, dan semangat melayani dengan sepenuh hati. Bersama, wujudkan pelayanan publik yang cepat, ramah, tuntas, dan berkualitas demi Magelang yang semakin maju! #Magelang #KabupatenMagelang #PelayananPublik #TransformasiBirokrasi

♬ original sound kominfomagelang