Gerakan Pangan Murah Diserbu Warga Ngablak, Satu Jam Dagangan Ludes

Dilihat 24 kali
Wakil Bupati Magelang, Sahid meninjau kegiatan Pangan Murah di Kecamatan Ngablak sebagai upaya menekan inflasi di daerah.

BERITAMAGELANG.ID - Dinas Pertaninan dan Pangan Kabupaten Magelang bersama Champion Cabai kembali menggelar gerakan pangan murah di Lapangan Cakra Buana Desa Ngablak Kecamatan Ngablak, Selasa (13/10/2026).

Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Sri Triyati Ningsih mengatakan, kegiatan kali Ini dalam rangka stabilisasi pasokan pangan sekaligus mendukung TNI Manunggal membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026.

"Yang dijual daging, beras, gula, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabai, sayuran, dan lain sebagainya, kecuali harga beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) harga sesuai ketentuan dari Bulog. Harga jual lainnya di bawah harga pasar," kata Sri Triyanti di sela kegiatan tersebut.

Dijelaskan Sri, beras subsidi yang disediakan telah mendapat fasilitas distribusi dari Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp14.000/kg. Subsidi tersebut untuk masyarakat dengan harga jual beras per kemasan 5 kg Rp12.000/kg.

Sedangkan produk pertanian cabai mendapat fasilitas distribusi dari pemerintah sebesar Rp2.000 per kilogram. Begitu pula untuk barang lainnya yang juga mendapat subsidi Rp2.000/kg kecuali untuk minyak goreng yang hanya mendapat subsidi sebesar Rp500/kg.

Adapun tujuan dari kegiatan pangan murah ini adalah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sehingga saat terjadi inflasi, harga tidak naik di pasaran.

"Kita menjual di harga pasaran. Ini sering dilakukan, satu bulan dua kali. Tapi ketika ada gejolak harga pangan tinggi di Kabupaten Magelang kita intervensi dengan pangan murah ini," jelasnya.

Dalam mendukung kegiatan pangan murah ini, Asosiasi Champion Cabai Magelang menyediakan ratusan paket cabai keriting dan cabai rawit dengan harga jual murah yakni harga langsung dari petani.

"Kali ini Champion membawa sekitar 500 paket kemasan 20 ons dengan harga jual Rp9.000 per paket," ujar Ketua Asosiasi Champion Cabai Kabupaten Magelang, Sudarno.

Ditambahkan Sudarno, keikutsertaan Champion kali ini adalah mendukung program pemerintah dalam upaya mencegah inflasi akibat kenaikan harga di pasaran.

Menurut Sudarno, kenaikan harga cabai saat ini merupakan dampak dari berkurangnya hasil panen para petani akibat kemarau panjang.

Berdasarkan data harga di pasaran, jenis cabai rawit merah saat ini di kisaran Rp 70.000/kg dan cabai keriting Rp65.000/kg. Harga kedua komoditas tersebut mengalami kenaikan, dimana sebelumnya berada di kisaran Rp64.000/kg.

"Tujuannya biar konsumen tidak menjerit dengan tingginya harga cabai," terang Sudarno atau akrab disapa Mas Dar tersebut.

Intervensi harga ini langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan pelaku usaha kecil. Tak kurang dari satu jam semua barang yang dijual laris diserbu warga setempat.

Salah satu warga Dusun Toyogaten, Desa Bandungrejo Kecamatan Ngablak, Suyati mengaku membeli banyak kebutuhan seperti beras, minyak goreng, dan telor karena harga lebih murah dari pasar.

Ia mencontohkan harga minyak goreng di pasaran saat ini berkisar Rp18.000 hingga Rp21.000/kg. Namun, di kegiatan pangan murah ini hanya Rp15.000 per kemasan 5 kg.

"ini sangat membantu masyarakat, karena lebih murah dari (harga di) pasar," kata dia.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar