Mengajak Peserta Didik Menganalisis Artikel

Dilihat 1850 kali
Membiasakan peserta didik untuk membaca dan menganalisis artikel di media massa akan membentuk dirinya menjadi pribadi utuh

Dalam suatu kesempatan mengajar di kelas, untuk mengetahui tingkat pemahaman materi yang diterima peserta didik dan daya serap mereka, penulis memberikan tugas untuk membaca artikel di media massa sekaligus menganalis isi artikel tersebut. Spontan mereka menyerbu perpustakaan untuk mencari artikel terkait dengan materi yang dicari. Mereka sangat mengapresiasi karena materi di kelas dapat dikorelasikan dengan peristiwa aktual yang muncul di ranah publik.


Ilustrasi di atas merupakan wujud konkret dari pembentukan karakter yang mensyaratkan kapabilitas peserta didik untuk berpikir kritis terhadap persoalan-persoalan nyata yang ada dalam masyarakat. Pada dasarnya kemampuan berpikir kritis mengajarkan untuk menganalisis suatu gagasan atau ide menjadi lebih spesifik dan berakhir pada suatu kesimpulan.


Di dalam proses itu, terjadi hal seperti membedakan secara tajam, berpikir secara cermat, memilih yang terbaik, mengidentifikasi, serta mengevaluasi dan mengembangkan ide atau gagasan tersebut menjadi lebih baik lagi. Berpikir kritis mengandung aktivitas mental dalam hal memecahkan masalah, menganalisis asumsi, berpikir rasional, mengevaluasi, melakukan penyelidikan dan mengambil keputusan. Peserta didik yang berpikir kritis akan mencari, menganalisis dan mengevaluasi informasi, membuat kesimpulan berdasarkan fakta kemudian melakukan pengambilan keputusan (Ermayanti & Dwi Sulisworo, 2016).


Kemampuan berpikir kritis dapat dikembangkan melalui proses pembelajaran. Di samping pembelajaran mengembangkan kemampuan kognitif, pembelajaran juga dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Proses pembelajaran yang mengembangkan kemampuan berpikir kritis yaitu proses pembelajaran yang mendorong diskusi dan banyak memberikan kesempatan berpendapat, menggunakan gagasan, memberikan banyak kesempatan kepada peserta didik untuk mengekspresikan gagasan dalam tulisan dan mendorong kerja sama.


Menganalisis Artikel


Salah satu cara untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis adalah mengajak peserta didik untuk menganalisis isi argumentasi dalam sebuah kolom artikel di media massa. Kegiatan ini sangat bermanfaat agar peserta didik memeroleh informasi aktual, baik terkait dengan materi yang sedang dipelajari atau peristiwa aktual. Dengan mengetahui peristiwa aktual tersebut harapan lebih jauh dapat memantik mereka untuk dapat berpikir kritis dalam perspektif yang rasional.


Artikel opini di media massa dapat efektif sebagai media pembelajaran berpikir kritis, karena pada umumnya opini yang dilontarkan penulisnya membahas fenomena persoalan sosial tertentu dan dibahas dari sudut pandang tertentu. Opini di media, meskipun bersifat pandangan pribadi, namun di dalamnya banyak memuat argumentasi-argumentasi yang dapat dikritisi dan dipertajam.


Dengan membaca secara cermat dan berlatih secara terus menerus untuk memahami sekaligus mengkritisi opini dalam media yang ditulis oleh beberapa penulis, peserta didik dapat belajar dari cara penulis menyampaikan gagasan dan membangun argumentasi untuk menyelesaikan persoalan yang ada dalam pokok pembahasan (Doni Koesoema & Evy Anggraeny, 2021).


Cara yang paling mudah adalah guru bisa mengambil salah satu opini yang disesuaikan dengan bidang yang diampunya. Tema bisa mengambil dari tema sosial, sains, kemasyarakatan, dan lain-lain. Dengan menyesuaikan pilihan pada opini pada mata pelajaran yang diampu, peserta didik dapat belajar untuk memahami pandangan dan pendapat orang lain dalam menerapkan disiplin keilmuan tertentu untuk menganalisis pokok persoalan dan memberikan alternatif solusi.


Diskusi Kelompok


Guru dapat melakukan teknik dengan cara membagi peserta didik dalam kelompok untuk mendiskusikan isi artikel, menganalisis, memberikan kritikan, melihat kekuatan dan kelemahan artikel, kemudian mempresentasikannya di kelas. Setelah presentasi di kelas, guru bisa mengajak peserta didik untuk membahas pokok persoalan dalam artikel tersebut secara bersama-sama.


Menganalisi artikel di media akan dapat melatih peserta didik untuk memiliki kemampuan menganalisis dan memahami argumentasi orang lain. Dengan cara ini, mereka dapat menemukan jalan keluar yang lebih baik dan memberikan alternatif pemecahan secara lebih kreatif dan inovatif.


Mungkin pada awalnya tidak mudah. Untuk itu langkah awal yang bisa dilakukan oleh guru adalah mengajak peserta didik memahami gagasan pokok penulis opini dengan argumentasinya sampai kesimpulan. Setelah memahami argumentasi penulis opini, guru bisa mengajak peserta didik untuk melihat kekuatan, kelemahan, dan argumentasi tersebut sehingga mereka akan bisa memberikan masukan-masukan usulan yang lebih baik.


Dengan melatih kemampuan berpikir kritis ini, guru secara faktual sudah mempersiapkan peserta didik pada kondisi yang mereka hadapi di masa depan, yaitu munculnya berbagai macam persoalan yang perlu mereka atasi dalam kehidupan mereka kelak di kemudian hari.


Mengelaborasikan kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan dalam rangka memperkuat karakter peserta didik. Tentunya salah satu strategi yang digunakan guru untuk menganalis artikel di media massa juga akan membentuk mereka menjadi pribadi utuh karena dapat mengasah kemampuan untuk lebih peka terhadap kondisi aktual serta berjiwa humanis.


(Oleh: Drs. Ch. Dwi Anugrah, M.Pd., Guru Seni Budaya SMK Wiyasa Magelang)


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar