Menjadi Pembelajar Sukses Menuju Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)

Dilihat 1201 kali
Belajar dalam mempersiapkan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)

Oleh: P. Budi Winarto, S.Pd


ASESMEN Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) secara serentak akan dimulai pada tanggal 19 dan 20 September 2022. ANBK yang diperuntukkan bagi peserta didik kelas VIII meliputi dua bidang, yaitu Literasi dan Numerasi. Untuk kesuksesan ANBK peserta didik dituntut untuk mempersiapkan diri secara maksimal. Cara yang bisa dilakukan oleh peserta didik supaya mendapat nilai yang maksimal dalam mengikuti ANBK adalah dengan menerapkan cara belajar sukses.

Menjadi pembelajar sukses di era sekarang ini, bukan hanya sekedar lulus sekolah dan mendapat nilai yang tinggi dalam Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) atau mendapatkan secarik kertas ijazah. Tetapi pembelajar sukses adalah orang yang bersedia menjadi murid seumur hidup, senantiasa gelisah dan tak jemu-jemunya mempelajari apa pun yang belum diketahui.

Keterampilan menjadi pembelajar sukses meliputi tiga bidang yakni: (1) Living skill, sebagai keterampilan yang dibutuhkan untuk beradaptasi dengan lingkungan; (2) Learning skill sebagai keterampilan yang digunakan seseorang untuk mengembangkan diri melalui proses belajar yang berkelanjutan; (3)Thinking skill sebagai keterampilan yang digunakan seseorang untuk memecahkan masalah sehari-hari dalam hidupnya (Clarentine,2007). Ketiga keterampilan tersebut sangat bermanfaat bagi siswa dalam menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) bidang literasi dan numerasi.

Daniel Goleman, penulis buku “Kecerdasan Emosional” mengatakan bahwa pada diri manusia terdapat empat kecerdasan yang berfungsi sebagai kapasitas untuk mengembangkan diri. Keempat kapasitas tersebut adalah :

Pertama, kecerdasan Mental (Intellegence Quotient) yakni kemampuan untuk menganalisis, menggunakan bahasa, memvisualisasikan sesuatu, mengabstraksi dan memahami sesuatu.

Kedua, kecerdasan Fisik (Physical Quotient) yakni kemampuan tubuh untuk menjalankan sistem pernafasan, sistem syaraf, dan sisitem-sistem vital lainnya. 

Ketiga, Kecerdasan Emosional (Emotional Quotient), yaitu pengetahuan mengenai diri sendiri, kesadaran diri, kepekaan social, empati, dan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Kecerdasan emosi juga berarti kecerdasan untuk memanfaatkan momentum yang tepat, ketepatan dalam menempatkan diri secara sosial, dan keberanian untuk mengakuai kelemahan sendiri, serta menghormati perbedaan.

Keempat, Kecerdasan Spiritual (Spiritual Quotient), yaitu sesuatu yang kita pakai untuk mengembangkan kemampuan dan kerinduan kita akan makna, visi dan nilai. Kemampuan untuk menyelami kerinduan dan pencarian manusia yang abadi dan sudah ada sejak keberadaan manusia itu sendiri dalam hubungannya dengan yang Maha Suci. Ke-empat kecerdasan di atas bila dikembangkan dengan maksimal oleh siswa maka dalam menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) bidang literasi dan numerasi tentu sangat membantu untuk memperoleh hasil yang maksimal.

Dalam menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dan di tengah persaingan global sekarang ini, seorang pembelajar sukses harus mengorientasikan hidup  penuh daya. Hidup penuh daya adalah hidup yang memiliki visi dalam pikiran, nurani yang bersih dalam jiwa, gairah dalam hati, dan disiplin dalam hidup. Hanya dengan orientasi hidup penuh daya, seorang pembelajar sejati mampu mengaktualisasikan diri dengan baik dalam menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dan juga di tengah persaingan global saat ini.

Selanjutnya aktualisasi diri seorang pembelajar, tercermin dalam sejumlah karakter seperti: menerima diri dan orang lain; percaya diri; berpandangan luas, tegar menghadapi masalah; unggul bersaing (sehat, kreatif, inovatif, dan eksploratif), kepekaan terhadap nilai moral, memiliki kehidupan spiritual yang mendalam serta mampu menghayati nilai atau kompetensi diri lebih-lebih dalam mempersiapkan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Belajar adalah suatu proses tanpa henti. Kita mulai belajar sejak berada dalam rahim dan terus belajar sampai mati. Belajar merupakan kebutuhan hidup agar manusia bisa survive di tengah persaingan dunia yang semakin hari semakin ketat juga dalam persaingan untuk menghadapi Asesmen Nasional berbasis Komputer (ANBK). Oleh karena itu, kita harus dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang terus berubah. Ketika masih kanak-kanak, kita belajar bahwa hal tertentu yang kita lakukan membuat kita sakit atau membuat kita senang. Selama hidup, kita terus membuat pilihan dan belajar serta berupaya untuk menghindari hal yang satu dan meningkatkan hal lainnya.

Belajar dalam mempersiapkan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dan belajar untuk mempersiapkan masa depan tidak harus selalu di ruang kelas atau di sekolah. Kegiatan belajar dapat terus berlangsung di mana pun kita hidup dan bekerja. Dunia kerja juga penuh dengan kesempatan untuk belajar. Oleh karena itu kita harus mau memanfaatkan segala kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri terus menerus. Dengan demikian maka kita akan menjadi seorang pembelajar yang sukses dan siap untuk menghadapi persaingan global dan yang paling mendesak adalah mempersiapkan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) sehingga akan memperoleh hasil yang maksimal. Semoga.


*) Penulis adalah Guru SMP Pendowo Ngablak-Magelang

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar