Magelang-Yogyakarta Perkuat Kolaborasi Pelestarian Budaya Mataraman

Dilihat 16 kali

BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkuat kolaborasi pelestarian budaya Mataraman melalui kegiatan Muhibah Budaya 2026 dengan penandatanganan kesepakatan bersama sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan historis dan kultural serta menjaga keberlanjutan warisan budaya.

Kegiatan bertema "Merajut Budaya Mataraman dari Jogja untuk Indonesia" tersebut berlangsung di Marga Utama Candi Borobudur, Rabu (21/10/2026) malam. Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Bupati Magelang Grengseng Pamuji, beserta jajaran pemerintah kedua daerah.

Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Muhibah Budaya 2026 yang menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan budaya antara Kabupaten Magelang dan DIY.

Menurutnya, kedua daerah tidak hanya memiliki kedekatan geografis, tetapi juga ikatan historis dan kultural yang tercermin dalam tradisi, tata krama, kesenian, serta kehidupan masyarakat sehari-hari.

"Kabupaten Magelang dan Daerah Istimewa Yogyakarta tidak hanya bertetangga secara geografis, tetapi juga terikat sangat kuat secara historis dan kultural. Akar peradaban dan peninggalan budaya Mataram yang diwariskan para leluhur telah mengalir dalam napas hidup, tradisi, tata krama, serta karya seni masyarakat kita sehari-hari," ujar Grengseng.

Ia menegaskan, kedekatan tersebut merupakan modal penting untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antardaerah dalam kemajuan kebudayaan.

Menurutnya, warisan budaya tidak cukup hanya dijaga sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga perlu dihidupkan melalui berbagai kegiatan yang relevan dengan perkembangan masyarakat.

"Warisan budaya bukan hanya barang peninggalan masa lalu yang kita kagumi, melainkan fondasi kuat bagi pemajuan kebudayaan masa depan. Melestarikan nilai-nilai ke-Mataraman berarti kita sedang menjaga identitas dan jati diri bangsa di tengah arus globalisasi," tegasnya.

Grengseng berharap, kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Magelang dan Pemerintah DIY dapat terus berkembang secara berkelanjutan, termasuk dalam membangun ekosistem kebudayaan yang memberikan dampak positif terhadap pengembangan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat lokal.

"Muhibah Budaya ini menjadi pemantik semangat bagi generasi muda untuk semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya adiluhung warisan leluhur," ungkapnya.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan, hubungan Magelang dan Yogyakarta telah terjalin melalui kesamaan bentang alam, perjalanan sejarah, serta kehidupan masyarakat yang saling terhubung selama berabad-abad.

Kedekatan tersebut tercermin melalui keberadaan Gunung Merapi dan Merbabu serta warisan peradaban Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Hubungan kedua wilayah juga memperoleh penguatan melalui pengembangan destinasi pariwisata nasional Borobudur-Yogyakarta-Prambanan.

Sri Sultan menekankan pentingnya kerja sama lintas wilayah dalam merawat warisan peradaban dengan tetap menempatkan manusia dan lingkungan sebagai bagian utama dalam pembangunan.

Menurutnya, kebudayaan tidak hanya hadir melalui bangunan bersejarah dan pertunjukan seni, tetapi juga tumbuh dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Ia mencontohkan para pedagang sayur keliling dari kawasan Wulung Gunung, lereng Merbabu, yang setiap hari menjajakan dagangan ke berbagai wilayah Yogyakarta.

Aktivitas tersebut menjadi gambaran bagaimana interaksi sosial dan ekonomi turut mempererat hubungan masyarakat kedua daerah. Melalui kerja keras, kepercayaan, dan hubungan yang terjalin secara berkelanjutan, persaudaraan budaya tumbuh dalam kehidupan nyata.

Sri Sultan juga menyoroti kesenian tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya yang perlu terus dijaga. Kesenian Soreng yang berkembang di lereng Merbabu dan Beksan Jayenglogo dari tradisi Yogyakarta menunjukkan keragaman ekspresi seni yang memiliki karakter masing-masing, tetapi sama-sama menjadi bagian penting dari khazanah budaya Mataraman.

"Keluhuran kebudayaan tidak ditentukan oleh tempat kelahirannya, melainkan oleh nilai yang terus dihidupkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya," ungkap Sri Sultan.

Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Magelang atas penyelenggaraan Muhibah Budaya 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi pengembangan seni dan budaya masyarakat kedua daerah sekaligus memperkuat persaudaraan dalam keberagaman tradisi.

Muhibah Budaya 2026 turut diisi dengan penandatanganan kesepakatan bersama dan pertukaran cenderamata serta penampilan kesenian tradisional dari Kabupaten Magelang dan DIY.

Berbagai pertunjukan dari kedua daerah menjadi representasi kekayaan budaya masing-masing daerah sekaligus memperlihatkan keberagaman tradisi yang tumbuh dalam lingkungan budaya Mataraman.

Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi Kabupaten Magelang dan DIY dalam menjaga warisan leluhur, mengembangkan potensi seni budaya, serta mendorong pemanfaatan kekayaan budaya sebagai bagian dari pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.

Dengan demikian, budaya tidak hanya menjadi identitas dan kebanggaan daerah, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang mendekatkan masyarakat serta membuka peluang manfaat bagi generasi mendatang.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang

✨ Transformasi Mindset, Wujudkan Pelayanan Publik Berkualitas! Pemerintah Kabupaten Magelang terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan birokrasi yang profesional, responsif, ramah, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan Transformasi Mindset dan Sharing Praktik Baik Pelayanan Publik, seluruh jajaran diajak untuk membangun pola pikir positif, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat sinergi dan kolaborasi antarperangkat daerah. 🤝 Karena pelayanan terbaik lahir dari kerja sama, kepedulian, dan semangat melayani dengan sepenuh hati. Bersama, wujudkan pelayanan publik yang cepat, ramah, tuntas, dan berkualitas demi Magelang yang semakin maju! #Magelang #KabupatenMagelang #PelayananPublik #TransformasiBirokrasi

♬ original sound kominfomagelang