Optimalkan PAD, Bupati Magelang Tekankan Kolaborasi dan Penguatan Data

Dilihat 31 kali

BERITAMAGELANG.ID - Bupati Magelang, Grengseng Pamuji menekankan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah, penguatan tata kelola data, dan inovasi dalam menggali potensi pendapatan daerah. Langkah tersebut diperlukan untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat kemandirian fiskal Kabupaten Magelang.

Hal tersebut disampaikan Grengseng dalam kegiatan High Level Meeting Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Magelang Tahun 2026 yang berlangsung di Nestra Lounge and Cafe, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Jumat (16/10/2026) malam.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Magelang ini menjadi forum koordinasi dan evaluasi untuk memperkuat sinergi, kolaborasi, serta komitmen bersama seluruh perangkat daerah penghasil dan pemangku kepentingan dalam menggali dan mengoptimalkan potensi pendapatan daerah.

Kegiatan dikemas melalui pendekatan Jelajah PAD, yang diawali dengan touring menggunakan kendaraan roda dua bersama Bupati Magelang, kepala perangkat daerah (OPD), BUMD, dan para camat.

Rombongan memulai perjalanan dari Rumah Dinas Bupati menuju Samya Coffee di Tempuran, kemudian melanjutkan perjalanan ke Puskesmas Kajoran 1. Di lokasi tersebut, dilaksanakan penyerahan bantuan sembako dari Korpri kepada Desa Sidowangi sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang diserahkan oleh Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, David Rudiyanto.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Desa Banjaragung, Kecamatan Kajoran. Di lokasi tersebut, Bupati Magelang menyerahkan bantuan kepada relawan ambulans desa (Ambudes) Desa Banjaragung. Rangkaian Jelajah PAD berakhir di Nestra Lounge and Cafe, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, untuk mengikuti agenda utama, High Level Meeting Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Magelang Tahun 2026.

Dalam arahannya, Grengseng menegaskan optimalisasi PAD tidak dapat dilakukan oleh satu perangkat daerah saja. Diperlukan kerja sama lintas sektor untuk mengidentifikasi potensi, menyusun strategi, dan memastikan setiap program memberikan hasil yang terukur.

"Tidak ada satu pun persoalan pembangunan yang bisa diselesaikan sendiri. Karena itu, saya mengajak Bapak dan Ibu semuanya untuk berkolaborasi. Jangan sampai setiap perangkat daerah berjalan sendiri-sendiri," tegasnya.

Menurutnya, kolaborasi harus diwujudkan dalam pelaksanaan program, termasuk dalam pengelolaan potensi pendapatan daerah. Setiap perangkat daerah perlu membangun komunikasi dan menyelaraskan langkah agar sumber-sumber pendapatan yang tersedia dapat dikelola secara optimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Grengseng juga menekankan pentingnya ketersediaan data yang akurat dan terintegrasi sebagai dasar perencanaan serta pengambilan kebijakan. Pemetaan potensi pendapatan, menurutnya, harus dimulai dari definisi dan klasifikasi data yang tepat sehingga pemerintah daerah dapat mengetahui potensi yang sudah dikelola maupun yang masih perlu dikembangkan.

"Data yang baik dimulai dari definisi yang tepat. Kalau data kita benar dan terkonsolidasi dengan baik, perencanaan juga akan lebih mudah dan tepat sasaran," ujarnya.

Ia mencontohkan, pengembangan potensi daerah perlu didukung data yang mampu menggambarkan kondisi riil di lapangan. Data tersebut tidak hanya berkaitan dengan besaran potensi pendapatan, tetapi juga manfaat program terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam konteks pengembangan agrowisata, misalnya, pemerintah perlu mengetahui potensi pendapatan yang dapat dihasilkan, jumlah tenaga kerja yang terserap, serta kontribusinya terhadap pemberdayaan masyarakat setempat. Dengan demikian, keberhasilan program dapat diukur secara lebih komprehensif.

Grengseng juga mendorong perangkat daerah untuk mengembangkan inovasi dan mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah. Potensi yang dimiliki Kabupaten Magelang perlu dipetakan dan dikelola melalui pendekatan kolaboratif dengan tetap memperhatikan tugas, kewenangan, serta regulasi yang berlaku.

Selain berorientasi pada peningkatan PAD, ia mengingatkan agar setiap program pembangunan tetap mengutamakan manfaat bagi masyarakat. Peningkatan pendapatan daerah harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan publik dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Grengseng turut menekankan pentingnya konsolidasi internal di setiap perangkat daerah. Pimpinan OPD diharapkan membangun komunikasi dengan seluruh jajaran, melakukan evaluasi secara berkala, serta memastikan program prioritas dilaksanakan secara efektif dan terarah.

"Boleh memiliki semangat yang tinggi, tetapi selesaikan diri kita terlebih dahulu. Kalau kita belum selesai dengan diri sendiri, bagaimana kita bisa mengelola orang lain," pesannya.

Kepala BPPKAD Kabupaten Magelang, M. Taufik Hidayat Yahya menyampaikan, kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah koordinasi dan evaluasi untuk memperkuat sinergi seluruh pihak yang memiliki peran dalam pengelolaan pendapatan daerah.

Melalui rangkaian Jelajah PAD dan High Level Meeting, peserta diajak membahas kebijakan, mengevaluasi capaian pendapatan daerah, serta mengidentifikasi potensi PAD yang belum tergali atau belum dikelola secara optimal.

Kegiatan ini juga diarahkan untuk merumuskan rencana aksi yang konkret dan terukur sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing perangkat daerah serta pemangku kepentingan.

Adapun tujuan kegiatan meliputi penguatan kolaborasi lintas perangkat daerah, rumah sakit umum daerah (RSUD), badan usaha milik daerah (BUMD), pengelola Ketep Pass, dan pihak terkait lainnya. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mendorong inovasi, peningkatan kinerja, optimalisasi pemanfaatan aset daerah, serta pengembangan sumber pendapatan baru sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kegiatan tersebut turut diikuti staf ahli bupati, asisten sekretaris saerah, kepala perangkat daerah, kepala bagian, camat, pimpinan BUMD, direktur RSUD, direktur Ketep Pass, kepala desa, serta pemangku kepentingan lainnya yang berperan dalam pengelolaan dan optimalisasi pendapatan daerah.

Melalui forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Magelang berharap berbagai potensi pendapatan daerah dapat diidentifikasi dan dikelola secara lebih optimal guna mendukung pencapaian target PAD Tahun 2026 serta meningkatkan kemandirian fiskal daerah secara berkelanjutan.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang

✨ Transformasi Mindset, Wujudkan Pelayanan Publik Berkualitas! Pemerintah Kabupaten Magelang terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan birokrasi yang profesional, responsif, ramah, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan Transformasi Mindset dan Sharing Praktik Baik Pelayanan Publik, seluruh jajaran diajak untuk membangun pola pikir positif, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat sinergi dan kolaborasi antarperangkat daerah. 🤝 Karena pelayanan terbaik lahir dari kerja sama, kepedulian, dan semangat melayani dengan sepenuh hati. Bersama, wujudkan pelayanan publik yang cepat, ramah, tuntas, dan berkualitas demi Magelang yang semakin maju! #Magelang #KabupatenMagelang #PelayananPublik #TransformasiBirokrasi

♬ original sound kominfomagelang