BERITAMAGELANG.ID - Sebanyak 245 lanjut usia (lansia) mengikuti Wisuda Sekolah Lansia Kabupaten Magelang Tahun 2026. Program ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas hidup lansia agar tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bahagia. Kegiatan wisuda tersebut berlangsung di GOR Gemilang, Kompleks Setda Kabupaten Magelang, Rabu (14/10/2026).
Bagi Sri Sayekti, Perwakilan Sekolah Lansia Maratus Sholihah Kecamatan Bandongan, mengikuti pendidikan ini memberikan pengalaman berharga bagi para peserta. Selain mendapatkan pengetahuan tentang kesehatan, mereka juga memiliki kesempatan untuk bersosialisasi, berbagi cerita, dan menjalin kebersamaan dengan teman sebaya.
"Sekolah ini membuat kami merasa dihargai, mandiri, dan tidak kesepian di rumah," ungkapnya.
Sri berharap Program Sekolah Lansia dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah, sehingga semakin banyak lansia yang merasakan manfaatnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para instruktur dan pengurus yang telah mendampingi peserta selama proses pembelajaran.
Bupati diwakili Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, David Rudiyanto menyampaikan, pembangunan sumber daya manusia merupakan proses sepanjang hayat tanpa batasan usia. Lansia memiliki hak yang sama untuk terus belajar, berkembang, bersosialisasi, dan berkontribusi bagi keluarga maupun masyarakat.
Menurutnya, Sekolah Lansia merupakan wujud perhatian pemerintah untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat lanjut usia dalam meningkatkan pengetahuan dan menjaga kualitas hidup.
"Lansia bukanlah kelompok yang sekadar membutuhkan perhatian, melainkan samudera kearifan dan pelita keteladanan bagi generasi penerus," ujarnya.
Pada 2026, Program Sekolah Lansia dilaksanakan di sembilan kecamatan, yaitu Secang, Ngablak, Pakis, Tegalrejo, Windusari, Borobudur, Kajoran, Ngluwar, dan Bandongan. Setiap kecamatan memiliki satu kelas dengan rata-rata 30 peserta.
Selama sembilan kali pertemuan, peserta mendapatkan pembelajaran berdasarkan konsep Tujuh Dimensi Lansia Tangguh, meliputi dimensi spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial kemasyarakatan, profesional vokasional, dan lingkungan.
Pembelajaran tersebut bertujuan membentuk lansia yang Smart, yakni Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat. Dengan bekal tersebut, para lansia diharapkan mampu menjaga kesehatan fisik dan mental, meningkatkan kemandirian, serta tetap berperan aktif dalam kehidupan sehari-hari.
David juga mengapresiasi Sekolah Lansia Mandiri di Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, yang telah berjalan selama tiga tahun berturut-turut. Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengembangkan Sekolah Lansia secara mandiri dan berkelanjutan.
"Wisuda hari ini bukanlah akhir, melainkan awal untuk membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berkarya, berdaya, dan memberi manfaat bagi sesama," pesannya.
Kepala Dinas Sosial PPKB PPPA Kabupaten Magelang, M. Taufik menyampaikan, Sekolah Lansia merupakan upaya meningkatkan kualitas hidup penduduk lanjut usia melalui pembelajaran yang mendorong peningkatan pengetahuan, kesehatan, kemandirian, serta kemampuan untuk tetap aktif dan produktif.
Ia berharap ilmu yang diperoleh selama mengikuti program dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini diharapkan memperkuat peran keluarga dalam mendampingi lansia dan meningkatkan kepedulian masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang ramah lansia.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Magelang berharap para lansia terus bersemangat untuk belajar, menjaga kesehatan, dan berkontribusi bagi keluarga maupun masyarakat. Dukungan pemerintah, keluarga, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, bahagia, dan bermartabat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri para staf ahli bupati, asisten Sekretariat Daerah, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang, kepala BPS Kabupaten Magelang, direktur utama Bank Bapas 69 Magelang, serta pimpinan Bank Jateng Cabang Mungkid.
Hadir pula ketua TP PKK Kabupaten Magelang, ketua Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Magelang, ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Magelang, para camat, ketua paguyuban kepala desa, kepala desa Sekolah Lansia, serta para peserta wisuda Sekolah Lansia bersama kader Bina Keluarga Kabupaten Magelang.


0 Komentar