BERITAMAGELANG.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mewaspadai bencana yang kerap terjadi pada musim kemarau. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edi Warsono menyebut, potensi krisis air dan kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau cukup tinggi dibeberapa wilayah. Terlebih, musim kemarau tahun ini diprediksi lebih kering dari tahun sebelumnya dampak dari El Nino.
Selain itu, lanjut Edi dalam antisipasi kemarau pihaknya telah mempersiapkan personil, sumber mata air, armada tangki. Termasuk dalam mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan (karhutla) BPBD telah berkoordinasi dengan 10 sektor termasuk Forkopimcam, maupun lainnya.
"BPBD telah memersiapkan personil untuk menghadapi el nino yang ancamnnya kekeringan dan minimnya sumber mata air maupun karhutla," sebut Edi dikantornya Jumat (16/06/2023).
Dia juga menyebut hasil assesment potensi kekeringan di Kabupaten Magelang terdapat 15 desa yang tersebar di 7 Kecamatan yakni Mertoyudan, Borobudur, Pakis, Salaman, Windusari, dan Ngluwar.
Edi menambahkan, BPBD Kabupaten Magelang juga telah menyalurkan bantuan air bersih untuk masyarakat dan sebuah Ponpes di Desa Bulurejo Kecamatan Mertoyudan.
Dia minta, agar masyarakat dapat mengirimkan surat resmi jika terjadi kekurangan kebutuhan air bersih diwilayahnya.
"Kita siaga 24 jam dan kami juga memback up jika nanti sampai terjadi sumber mata air dari pelanggan PDAM seanjang dia ada penampungan maka akan kami droping air bersih," ungkap Edi.
Sedangkan wilayah berpotensi karhutla untuk sementra berada di Gunung Andong, Gunung Putri Windusari dan Gunung Merapi yang dipicu lontaran material dari puncaknya. Adapun antisipasinya pihak BPBD telah berkoordinasi dengan sejumlah elemen diantaranya masyarakat peduli api untuk bersama sama menyelamatkan alam.
"Selain itu juga rutin melakukan assesment pendataan dan patroli pada siang dan malam hari mengingat terik matahari sangat menyengat," paparnya.
Edi berharap agar masyarakat untuk tidak membuat sumber-sumber api yang dapat menyebabkan kebakaran. Jika memang harus melakukan aktivitas yang mengharuskan menggunakan api maka diharapkan agar lebih berhati-hati guna menghindari terjadinya kebakaran.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar