Antisipasi Pemudik Nekat, Dinkes Siapkan Seribu Tes Rapid Antigen

Dilihat 1610 kali
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Retno Indriastuti
BERITAMAGELANG.ID - Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang siapkan seribu rapid antigen jelang lebaran. Rapid antigen dipersiapkan untuk mengantisipasi apabila ada warga yang nekat mudik.

"Kita belum tahu jumlah itu cukup atau tidak, tapi yang jelas itu untuk mengantisipasi," kata Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Magelang, Retno Indriastuti, Jumat (23/4/2021).

Retno mengatakan, Dinkes bersama dengan tim gabungan, salah satunya Polres Magelang, sudah mulai melakukan pengetatan untuk pemudik. Namun apabila ada yang akhirnya bisa lolos kembali ke rumah, maka diharapkan Satgas Jogo Tonggo betul-betul bisa melihat, apakah para pemudik membawa kartu rapid antigen atau tidak. 

Apabila membawa dan hasilnya negatif, maka bisa langsung masuk ke rumah. Namun bila tidak membawa, maka akan dilakukan tes rapid antigen untuk screening. Apabila hasilnya positif, maka akan ditindaklanjuti Satgas Jogo Tonggo dan Puskesmas setempat. 

"Kalau negatif, bisa langsung ke rumah," lanjutnya.

Demikian juga untuk tempat-tempat wisata, yang harus diperhatikan betul oleh pengelola adalah tentang protokol kesehatan. Pengelola juga harus selalu menjaga agar tidak terjadi kerumunan. 

"Karena kerumunan ini menjadi salah satu penyebaran Covid-19," pesannya..

Apabila pengelola wisata ingin menambah kuota jumlah wisatawan, maka harus dievaluasi terlebih dahulu. Misal kuota 30 persen dari kapasitas dinilai aman, maka bisa ditingkatkan lagi. 

"Namun, tetap yang harus diperhatikan adalah protokol kesehatan yang ketat," tegasnya.

Di sisi lain, Retno menyampaikan, kasus Covid-19 di Kabupaten Magelang sudah semakin landai. Meski demikian, warga harus tetap waspada. Karena baik secara nasional maupun internasional, ada varian baru yang muncul. 

Retno menduga, adanya varian baru itu disebabkan kelonggaran terhadap protokol kesehatan.

"Jelas ini sangat merugikan. Karena itu saya betul-betul berharap agar penerapan protokol kesehatan tetap dijaga dan jangan sampai kendor," imbuhnya.

Kabupaten Magelang, saat ini masih menerapkkan PPKM Mikro. Hal itu sebagai salah satu upaya menekan penyebaran Covid-19. Upaya lainnya adalah tracing yang di bantu oleh TNI dan Polri. 

"Kita terus amankan masyarakat dari penyebaran Covid-19," pungkasnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang