BERITAMAGELANG.ID- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyerahkan bantuan pengadaan mobil ambulan kepada Klinik Pratama Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma). Bantuan ini bagian dari program kemaslahatan dari BPKH kepada umat.
Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Anggota Bidang Kesekretariatan Badan dan Kemaslahatan BPKH, Sulistyowati kepada Rektor Unimma, Lilik Andriyani di kampus Unimma, Senin (02/10). BPKH memberikan bantuan ambulan yang merupakan sinergi bersama Dompet Dhuafa selaku mitra BPKH.
Sulistyowati mengatakan, bantuan ini diharap dapat mempermudah kegiatan sivitas akademika Unimma dan Klinik Pratama yang akan segera dibuka untuk umum. Termasuk mempermudah akses atau fasilitas kesehatan yang dapat digunakan untuk masyarakat umum.
Dikatakan Sulistyowati jika bantuan ambulan ini nilainya sekitar Rp 318.450.000. Setiap tahun kita mengalokasikan dana sekitar Rp 230 miliar untuk bantuan kepada umat dan ditarget dapat terserap semua di triwulan empat.
"Alhamdulillah sampai saat ini sudah capai target untuk penyerapannya," ujar Sulistyowati di sela kegiatan.
Dia menuturkan, mobil ambulan merupakan alat yang sangat penting dalam mengangkut pasien yang membutuhkan perawatan medis darurat dari tempat kejadian ke rumah sakit atau klinik terdekat. Mobil ini juga penting untuk menangani masalah darurat di daerah yang sulit terjangkau kendaraan umum.
"Latar belakang lain kami memberikan ambulan ini juga untuk meningkatkan cakupan dan kualitas layanan klinik," ujarnya.
Dengan memiliki sarana transportasi medis yang andal ini, lanjutnya, maka klinik dapat menerima lebih banyak pasien dan memberikan perawatan terbaik.
Sementara itu, Rektor Unimma, Lilik Andriyani menyambut baik bantuan ambulan dari BPKH ini. Diharap bantuan ini dapat membantu operasional klinik yang segera akan dibuka untuk umum.
Menurut Lilik, nantinya, ambulan ini tidak hanya bermanfaat untuk sivitas akademika Unimma semata, tapi juga masyarakat luas.Â
"Ketika masyarakat dapat terlayani dengan baik, maka nama Unimma pun tentu akan ikut harum," tuturnya.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar