Bupati Magelang Ikut Main Layangan di Paremono Kite Festival

Dilihat 11 kali
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji menerbangkan layang-layang saat membuka Paremono Kite Festival 2026, Sabtu (12/9/2026).

BERITAMAGELANG.ID - Bupati Magelang, Grengseng Pamuji membuka kegiatan "Paremono Kite Festival 2026", yang berlangsung di Dusun Namengan, Desa Paremono, Mungkid, Sabtu (12/9/2026). Festival tahunan ini diadakan yang ketiga kalinya. Acara pembukaan ditandai dengan menerbangkan layang-layang Kormi oleh Bupati Grengseng. Nampak bupati sangat menikmati permainan ini karena minta menerbangkan hingga dua kali.

Bupati dalam sambutannya mengatakan, kegiatan festival layang-layang ini, ini menjadi refleksi ruang rekreasi bagi keluarga dan masyarakat, dan mampu menghidupkan perekonomian UMKM di  sekitar Paremono.

"Kami berharap ke depan kegiatan ini terus berkembang. Atas nama Pemerintah, kami terus mensupport dan menginginkan menjadi event yang lebih besar," katanya.

Disebutkan pula, festival semacam ini menjadi satu-satunya di Kabupaten Magelang.

"Paremono menjadi satu-satunya yang bisa mem-festivalkan layang-layang. Ini luar biasa dan apresiasi untuk panitia serta pemudanya," kata Bupati.

Sekretaris Desa Paremono, Purwoto mengatakan, festival layang-layang diadakan setiap musim kemarau. Kegiatan ini untuk menghidupkan kesenian rakyat dan juga sebagai wadah kreativitas masyarakat terutama pemuda Paremono.

Di sisi lain untuk melestarikan tradisi dimana sejak dulu kala, permainan layang-layang sudah ada. Juga sebagai ajang silaturahmi warga dari berbagai dusun.

Yang tidak kalah penting adalah mengangkat potensi wisata setempat.

"Dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat Magelang dan sekitarnya bisa berbondong-bondong menyaksikan festival layang-layang dan membeli potensi UMKM dari Desa Paremono," ujarnya.

Kegiatan berlangsung di areal persawahan yang sudah mengering.

"Ini lahan yang sudah mengering karena sering gagal panen karena hama tikus dan sebagainya. Sehingga lahan ini digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat," ujarnya.

Ketua panitia, Andi Kurniawan melaporkan, festival layang-layang ini diadakan selama dua hari, Sabtu dan Minggu (12-13 September). Festival ini diisi dengan berbagai kegiatan, seperti penerbangan layang-layang eksibisi, lomba layang-layang, lomba mewarnai tingkat SD/MI dan bazar UMKM.

Tujuan kegiatan ini selain sebagai ajang hiburan rakyat, juga menjadi wadah kreativitas pembuat layang-layang serta sarana rekreasi gratis bagi keluarga dan masyarakat.

Ada dua katagori lomba layang-layang yakni layang tradisional dan kreasi bebas. Penilaian meliputi penilaian bawah seperti kerapian kerangka. Juga penilaian atas meliputi motif dan posisi terbang (stabil tegak lurus).

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang