Diskominfo Dorong Optimalisasi AI untuk Media Sosial Pemerintah

Dilihat 39 kali

BERITAMAGELANG.ID - Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Magelang menyelenggarakan Kelas Belajar Humas dengan tema "Smart Content, Smart Government: Optimalisasi AI untuk Media Sosial" di Command Center Pusaka Gemilang, Kamis (11/6/2026).


Kepala Diskominfo Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso mengatakan, teknologi AI menghadirkan berbagai peluang untuk mendukung pekerjaan kehumasan, mulai dari mencari ide konten, menyusun naskah publikasi, membuat visual pendukung, hingga membantu analisis kebutuhan audiens. 


"Namun, AI hanyalah alat bantu. Kualitas komunikasi publik tetap ditentukan oleh kemampuan, kreativitas, dan tanggung jawab kita sebagai pengelola informasi," pesan Iwan.


Narasumber dari Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia (BLSDM) Komdigi Yogyakarta, Novian Anata Putra memaparkan materi optimalisasi AI untuk pengelolaaan media sosial pemerintah dan praktiknya untuk berbagai tuntutan pekerjaan.


Novian mengajak peserta untuk lebih memahami potensi besar AI untuk kegiatan kehumasan. 


"AI dapat mengakselerasi pengetahuan dan kompetensi yang kita miliki dalam kerja kehumasan untuk hasil yang lebih maksimal.


Kelebihan AI adalah kemampuannya dalam pemrosesan data, manusia memiliki keterbatasan jika hanya mengandalkan otaknya sendiri, AI hadir sebagai alat yang powerful karena kemampuannya berkomunikasi antar satu data dengan data yang lain yang jumlahnya sangat banyak tersebar di internet untuk output pemrosesan data yang lebih optimal," terang Novian.


Ia menambahkan, kunci dari keberhasilan pemrosesan data dengan AI adalah melalui penulisan prompt. Prompt adalah instruksi berbasis teks yang dimasukan ke dalam sistem pemrosesan data AI agar sistem memberikan respon atau output sesuai instruksi.


"Agar hasil maksimal dan sesuai keinginan kita, penulisan prompt harus detail, spesifik, runut," jelas Novian.


Novian menjelaskan beragam jenis aplikasi atau platform AI yang dapat mendukung kerja kehumasan disertai dengan praktik penggunaannya.


Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Sakir menyampaikan, di era digital saat ini, komunikasi publik pemerintah dihadapkan pada tantangan yang lebih sulit. 


"Komunikasi pemerintah saat ini dituntut untuk lebih cepat dan transparan, di sisi lain ancaman hoaks dan persaingan atensi di media sosial juga menjadi tantangan tersendiri bagi kita," jelas Sakir.


AI merupakan pengungkit untuk menjawab semua tantangan itu, melalui teknologi ini efektivitas dan efisiensi kerja kehumasan secara keseluruhan dapat meningkat.


Sakir menambahkan, dalam menjawab tantangan komunikasi publik pemerintah, DPRD selalu hadir melalui tiga fungsinya yaitu fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.


DPRD hadir memberikan fondasi kuat bagi transformasi komunikasi publik, diantaranya mendorong kebijakan dan regulasi transformasi digital, pengalokasian dana peningkatan kapasitas SDM komunikasi, hingga pengawasan terhadap pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.


Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Magelang, Prihadi menyatakan selalu mendukung Diskominfo dalam tugasnya memberikan pelayanan komunikasi dan informasi di Kabupaten Magelang.


"Semoga melalui kegiatan ini kapasitas kehumasan teman-teman semua semakin meningkat, dan secara teknis dapat menghasilkan output berupa konten yang tepat, berkualitas dan bermanfaat," ujar Prihadi.


Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat semakin kuat kapasitasnya sebagai admin media sosial sekaligus terbangun jejaring dan kolaborasi satu sama lain di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang.


Kelas Belajar Humas ini diikuti oleh admin media sosial perangkat daerah, kecamatan, rumah sakit daerah, serta pengelola informasi dan dokumentasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang. 


Pemerintah Kabupaten Magelang menyadari, di era perkembangan teknologi digital yang sangat pesat seperti sekarang ini, media sosial telah menjadi ruang utama komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Melalui media sosial, pemerintah dituntut mampu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, mudah dipahami, sekaligus menarik.



Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar