Hadiri Pengajian Akbar, Bupati Magelang Ajak Perkuat Ukhuwah dan Moderasi Beragama

Dilihat 1014 kali

BERITAMAGELANG.ID - Bupati Magelang, Grengseng Pamuji didampingi Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Magelang, Asfuri dan jajaran Forkopimcam Mungkid menghadiri Pengajian Akbar di Majlis Taklim Masjid Baitul Murtadho Mendut, Senin (6/4/2026). 

Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Pengajian Akbar Majlis Taklim Masjid Baitul Murtadho Mendut yang diselenggarakan dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat, di bulan Syawal 1447 H.

Kegiatan ini menjadi momentum tholabul 'ilmi yang diikuti oleh jamaah dengan penuh khidmat dan antusias, dalam suasana yang sehat, religius, dan kekeluargaan.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H, serta permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat atas segala kekhilafan, baik dalam pelayanan maupun kebijakan.

Grengseng menyampaikan, tradisi Syawalan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memiliki makna mendalam sebagai sarana saling memaafkan, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Nilai-nilai syawalan dinilai sejalan dengan semangat moderasi beragama, yaitu mengedepankan keseimbangan, toleransi, dan sikap saling menghargai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Moderasi beragama menjadi kunci penting dalam menjaga harmoni dan kerukunan di Kabupaten Magelang," lanjutnya. 

"Dengan sikap moderat, kita mampu menolak paham ekstrem, menghindari perpecahan, serta menumbuhkan budaya damai di tengah masyarakat," katanya. 

Lebih lanjut, ia menjelaskan melalui pengajian akbar ini, masyarakat nantinya bisa terus memperdalam ilmu agama, memperkuat iman, serta memperkokoh komitmen dalam menjaga persatuan. 

"Sehingga nantinya semangat Syawalan diharapkan mampu mempererat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah," jelasnya. 

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga situasi wilayah tetap kondusif serta bersama-sama membangun Kabupaten Magelang yang aman, nyaman, religius, unggul, dan sejahtera.

Perwakilan panitia pengajian akbar, Lelly athur menyampaikan masyarakat Mendut yang terdiri dari berbagai latar belakang agama dan organisasi keagamaan, seperti Islam (NU dan Muhammadiyah), Katolik, serta Buddha, selama ini hidup berdampingan secara rukun dan harmonis. 

"Kebersamaan tersebut menjadi cerminan kuatnya nilai toleransi dan saling menghargai yang telah terbangun di tengah masyarakat di mendut ini," katanya. 

Lebih lanjut, Ia menjelaskan momentum Syawalan ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus saling memaafkan serta meningkatkan semangat toleransi, baik di internal umat beragama maupun antarumat beragama.

"Dengan demikian, kerukunan yang telah terjalin dapat terus dijaga dan diperkuat demi terciptanya kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis," harapnya.

Pengajian akbar tersebut turut dihadiri Ustadzah Hj. Mumpuni Handayayekti, sebagai penceramah dan Ustadzah Hj. Wafiq Azizah. 

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang