BERITAMAGELANG.ID - Kelenteng Hok An Kiong Muntilan Kabupaten Magelang menggelar ritual memandikan rupang atau patung para Dewa, Senin (16/1/2023).
Pengurus TITD Kelenteng Hok An Kiong, Budi Raharjo mengatakan tradisi yang biasa disebut Jing dung ini tak boleh terlewatkan sepekan menjelang tahun baru Cina.
Pada hari yang dimaksud, para dewa dipercaya naik ke langit dan meninggalkan rupang. Mereka dikisahkan tengah melaporkan hal-hal yang terjadi di bumi, yang telah dicatat selama setahun.
Sewaktu rupang kosong, pengurus-pengurus vihara akan langsung memandikannya.
âTujuannya supaya yang akan datang sembahyang, lebih bersih dan sempurna,â kata Budi Raharjo di sela sela prosesi tersebut.
Ritual memandikan rupang ini dianggap upacara sakral karena merupakan manifestasi rasa bakti etnis Tionghoa kepada leluhurnya. Dengan memandikan rupang, dewa juga diyakini akan memperoleh berkat.
Dijelaskan Budi, umat yang memandikan rupang adalah orang-orang khusus yang telah menjalankan puasa tidak memakan segala bentuk daging. Puasa ini dilakukan selama tiga hari sebelumnya.
Setiap rupang dibersihkan menggunakan air dan kuas bersih, salah satunya patung tuan rumah yakni dewa bumi Kongcho Ho Tek Tjing Shing. Patung dewa simbol kemakmuran ini diyakini tertua sejak awal Klenteng Muntilan berdiri tahun 1871.
Proses pembersihan juga dilakukan terhadap tempat dupa atau Hio lo terbesar di dunia yang dimiliki kelenteng ini. Memiliki berat 3,8 ton dengan diameter 178 cm dan tinggi 158 cm.
Menurut Budi, tradisi memandikan rupang ini juga sebagai upaya membersihkan jiwa dan raga agar rezeki melimpah hingga anak cucu. Dalam kalender China, tahun baru Imlek kali ini akan jatuh pada 22 Januari 2023.
Warga Tionghoa juga akan merayakan tahun shio kelinci air. Shio kelinci merupakan binatang keempat dalam siklus zodiak China yang terdiri atas 12 shio hewan, mulai dari tikus sampai babi yang menjadi makna keberkahan.
"Imlek ini jatuh shio kelinci yang bermakna makhluk yang bagus dan pintar cari makan," ucap Budi.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar