Jenang Candil Legit Bu Siti Laris Manis Diburu Pembeli

Dilihat 35 kali
Aneka jenang tradisional terutama bubur candil legit bu Siti Fatonah laris manis.

BERITAMAGELANG.ID - Aneka jenang tradisional terutama bubur candil legit bu Siti Fatonah laris manis. Sebanyak 50 porsi bubur terbuat dari tepung beras, candilnya dari tepung ketan, dicampur gula jawa dan santan kelapa, dalam waktu lima jam ludes diserbu konsumen. Selain bubur candil warna khas coklat dan putih, ada dawet cendol terbuat dari tepung beras, serta jenang mutiara dan ketan.


"Dari aneka jenang tradisional yang kami jajakan,  jenang candil cepat habis, setiap hari ada 50 porsi terjual dengan harga per porsinya Rp5.000," ujar Siti Fatonah di lapak sederhananya  jalan Moh Yusuf, Dusun Drojogan, Desa Adikarto, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Sabtu (30/8).


Lapak sederhana  terbuat dari anyaman bambu yang dilengkapi bale (tempat duduk bersila) dari bambu, berdiri di pinggir jalan Moh Yusuf sejak 10 tahun lalu (2015). Jalur tersebut merupakan jalan yang menghubungkan Desa Progowati Kecamatan Mungkid dengan wilayah Kecamatan Muntilan. Biliknua selalu ramai dikunjungi konsumen yang hendak merasakan legitnya jenang candil dan dawet cendol beras dengan gula Jawa, serta santan yang punya cita rasa khas.


Untuk menuju lapak aneka jenang tradisional, bila sedang perjalanan dari Candi Borobudur mengambil arah menuju Jembatan Srowol di atas Kali Pabelan. Setelah melewati jembatan Srowol, ada pertigaan mengambil arah kiri, sekitar 400 meter sudah sampai lapak aneka jenang. Sebaliknya, jika dari arah Kalibawang, Kulonprogo, Yogyakarta, sebelum jembatan Srowol ada pertigaan belok kanan.


Menurut Siti Fatonah, jualan aneka jenang tradisional dilakukan sejak 2015  hingga sekarang, dengan menu jenang candil, es dawet cendol beras, jenang mutiara serta bubur ketan dengan harga setiap porsinya Rp5.000, dan buka setiap hari pukul 10.00 - 16.00 wib.


"Kalau sebelum jam 4 sudah habis, ya langsung tutup," ujar Siti sambil menyebutkan jenang candil setiap hari 50 porsi, dawet sekitar 40 porsi, jenang mutiara dan ketan masing-masing 35 porsi.


Seorang pembeli asal Gunungpring, Muntilan, Rosifah menuturkan, jenang candil bu Siti rasanya enak dan legit, sehingga membuat ketagihan. Apalagi  jenang kombinasi warna coklat dan putih, candilnya terbuat dari tepung ketan disiram santan itu, dimasak menggunakan gula Jawa yang terbuat dari nira pohon aren, membuat jenang candil terasa istimewa.


"Saya sudah lama menjadi langganan untuk membeli bubur candil,  dengan minum dawet cendol beras. Kalau lewat di sini, pasti mampir, apalagi saat musim yang kadang panas dan hujan seperti ini, menyempatkan untuk jajan bubur dan minum dawet," ujarnya sambil memesan dua porsi untuk jenang candil dan cendol dawet.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar