BERITAMAGELANG.ID - Hari raya Idulfitri segera tiba, Lazis Muhammadiyah Bandongan melaksanakan kegiatan rutin pentasarufan bingkisan kado Ramadan bagi 331 mustahik Zakat Infak Shodaqoh (ZIS), Minggu (23/3/2025).
Diungkapkan oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bandongan, Haji Syaifudin Ahmad, kegiatan pentasyarufan bagi mustahik itu merupakan kegiatan rutin tahunan dari Lazis Muhammadiyah Bandongan.
"Kegiatan pentasarufan ZIS ini rutin kita laksanakan sejak puluhan tahun lalu sejak berdirinya Rumah Zakat Muhammadiyah Bandongan," ungkapnya.
Lazis Muhammadiyah Bandongan itu awalnya bernama rumah zakat yang didirikan sebelum gerakan Lazis Muhammadiyah digaungkan.
"Karena itu tujuan pentasarufan dilaksanakan untuk memberikan sedikit kegembiraan khususnya pada bulan Ramadan ini bagi masyarakat juga para petugas di AUM yang selama telah berjuang tanpa pamrih," ungkapnya.
Terpisah, ketua Lazis Muhammadiyah, Agus Malik, menyebutkan pentasarufan kado Ramadan bagi 331 mustahik yang dirinci dari warga jompo, sabilillah yaitu orang yang bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah dan Aisyiyah (AUM) yang terdiri dari guru ngaji, guru sekolah, serta masyarakat umum.
"Kado Ramadan yang diberikan berupa bahan pokok penting yang dibutuhkan selama Ramadan," jelasnya.
Agus Malik menyebutkan bagi para sabilillah dan jompo, Lazis Muhammadiyah menambahkan santuan uang sebesar Rp150 ribu.
"Intinya, pengurus Lazis Muhammadiyah mengucapkan terima kasih kepada guru ngaji, guru sekolah yang telah berjuang dan mengabdikan diri untuk mendidik putra putri dengan ikhlas tanpa gaji, kadang hanya dengan honor seadanya," ungkapnya.
"Yang kita berikan tak seberapa dibandingkan perjuangan mereka bagi generasi muda bangsa," kata Agus Malik.
Dijelaskannya, kado lebaran bagi golongan sabilillah diberikan di kantor Lazis Muhammadiyah Bandongan yang berada di Komplek Perguruan Muhammadiyah.
"Sementara bagi jompo diantar langsung ke alamat masing-masing," jelasnya.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar