Kirab Budaya Nusantara Gaungkan Persatuan dari Borobudur untuk Dunia

Dilihat 1598 kali
Plh Sekda Kabupaten Magelang, David Rudianto saat menghadiri kegiatan Kirab Adat Budaya Nusantara yang menjadi rangkaian utama Borobudur Peace & Prosperity Festival (BPF) 2026.

BERITAMAGELANG.ID - Ribuan masyarakat dan wisatawan memadati kawasan Borobudur, Jumat (29/5/2026), untuk menyaksikan kemeriahan Kirab Adat Budaya Nusantara yang menjadi rangkaian utama Borobudur Peace & Prosperity Festival (BPF) 2026.

Beragam kontingen budaya, raja-raja Nusantara, Putri Indonesia Pendidikan Tahun 2025, tokoh adat, hingga seniman hadir dari berbagai daerah untuk menyaksikan kirab adat budaya yang sarat pesan persatuan, harmoni, dan perdamaian.

Kirab budaya tersebut melintasi Jalan Medang Kamulan, Jalan Pramudyawardani, Jalan Balaputradewa hingga menuju kawasan TIC dan Candi Pawon, Borobudur. Sederet pasukan bergodo, pakaian adat, kesenian tradisional, hingga simbol budaya Nusantara ditampilkan di sepanjang perjalanan kirab.

Sambutan Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, dibacakan oleh Plh Sekda Kabupaten Magelang, David Rudianto. Dalam sambutannya ia menegaskan, keberagaman budaya merupakan kekuatan besar bangsa Indonesia dalam membangun perdamaian dan kesejahteraan bersama.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Magelang, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Borobudur Peace & Prosperity Festival 2026. Kehadiran para tokoh budaya, seniman, dan masyarakat adat dari berbagai daerah menjadi simbol kuat persatuan bangsa," ujar David.

Menurutnya, Borobudur bukan hanya warisan budaya dunia, tetapi juga simbol peradaban yang mengajarkan harmoni, spiritualitas, dan gotong royong. Melalui kirab budaya, masyarakat diajak kembali menghidupkan nilai-nilai luhur leluhur di tengah keberagaman Indonesia.

Ketua Panitia Borobudur Peace & Prosperity Festival 2026, Jeffrey Yunus S.A.M.M., mengatakan festival tahun ini mengusung tema "One Light, One World" yang mencerminkan semangat persatuan umat manusia.

"Tema ini merefleksikan bahwa seluruh manusia berbagi satu cahaya dan satu kehidupan yang sama. Dari kesadaran itu lahir kasih sayang, harmoni, dan harapan membangun dunia yang lebih damai," kata Jeffrey.

Ia menyebut, BPF 2026 dibangun di atas empat pilar utama, yakni unity (persatuan), harmony (harmoni), peace (perdamaian), dan prosperity (kemakmuran). Keempat nilai tersebut diharapkan mampu memperkuat toleransi lintas budaya sekaligus memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

"Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi kekuatan untuk membentuk masa depan. Karena itu generasi muda harus ikut menjaga kelestarian budaya Nusantara," ujarnya.

Jeffrey juga menyampaikan penghargaan kepada berbagai pihak yang mendukung terselenggaranya festival, termasuk Pemerintah Kabupaten Magelang, P3I, MATRA, Yayasan Puteri Indonesia, serta komunitas budaya dari berbagai daerah dan negara.

Sementara itu, Sri Paduka Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkualam II dari Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) menyebut penyelenggaraan BPF menjadi bukti nyata kolaborasi budaya yang terus terjaga selama lima tahun terakhir.

"Ini kebanggaan bagi kami. BPF menjadi ruang persatuan budaya, spiritualitas, dan perdamaian yang mempertemukan berbagai elemen bangsa dalam satu harmoni," tuturnya.

Kemeriahan kirab semakin terasa dengan antusiasme masyarakat yang memadati jalur kirab untuk menyaksikan langsung parade budaya Nusantara. Festival ini juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Raya Waisak 2570 BE di kawasan Borobudur.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang