KITA tentu sepakat jika sekolah kita artikan sebagai tempat suatu kumpulan atau komunitas masyarakat kecil yang memiliki aktivitas yang sama yakni belajar. Karenanya sangat wajar jika sebuah institusi sekolah dituntut untuk dapat menjadi wahana pengembangan pengetahuan bagi penghuninya, yang dalam hal ini tentu saja guru dan siswa.
Sekolah bukanlah sebuah birokrasi yang sarat dengan kebijakan-kebijakan administratif. Aktivitas di dalamnya adalah proses pelayanan jasa (belajar mengajar, bukan proses produksi SDM yang harus mendapatkan bimbingan, arahan, dan pelayanan pembelajaran, bukan sekedar bahan mentah yang akan dicetak menjadi barang setengah jadi atau barang jadi layaknya sebuah pabrik. Di sana ada proses dialogis, kreativitas dan inovasi antara kepala sekolah, guru dan karyawan sekolah lainnya yang dibina dan diproses secara professional untuk terus menerus berinovasi demi kemajuan sekolah.
Konsep sekolah sebagaimana dikemukakan di atas, menurut hemat penulis mengacu kepada konsep sekolah efektif, yaitu sekolah yang memiliki profil yang kuat dan mandiri, inovatif dan memberikan iklim yang kondusif bagi warganya untuk mengembangkan sikap kritis, kreatif dan motivasi.
Kita dapat memanfaatkan sumber-sumber pendukung belajar yang ada di sekitar sekolah untuk dilibatkan dalam proses belajar siswa, agar proses pembelajaran menjadi lebih hidup dan bermakna bagi semua pihak.
Ada beberapa keuntungan yang dapat kita ambil jika kita melakukan upaya pemberdayaan lingkungan sekolah untuk kepentingan pembelajaran siswa.
Berikut ini akan penulis paparkan langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah (kebun sekolah) sebagai sarana pembelajaran siswa.
Dan masih banyak lagi yang bisa dipelajari dari lingkungan sekolah (kebun sekolah)
Nah, dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai pusat sumber belajar, terutama pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) siswa akan lebih aktif untuk mempelajari mata pelajaran IPA karena siswa diajak untuk mengamati objek langsung sehingga siswa tidak merasa bosan atau dengan kata lain siswa tidak merasa dijejali pengetahuan oleh guru, melainkan siswa mendapatkan pengetahuan dengan kemampuan dirinya sendiri. Semoga.
*)Penulis: P. Budi Winarto, S.Pd Guru SMP Pendowo Ngablak Kabupaten Magelang.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar