BERITAMAGELANG.ID - Memasuki bulan Januari curah hujan mulai meningkat, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto, menyampaikan agar warga waspada terhadap perubahan musim.
Selain itu, untuk kegiatan yang bersentuhan langsung dengan alam, seperti wisata tubing dan rafting di sungai, agar dikelola dengan profesional. Sehingga resiko tenggelam dan sejenisnya yang diakibatkan oleh hujan dan air bah dapat diminimalisir.
"Bagaimanapun juga usaha pariwisata harus tetap maju, namun masyarakat sebagai penikmat pariwisata juga harus aman.
Oleh karena itu operator harus menerjunkan pemandu profesional dalam setiap pelayanannya," pesan Edy.
Terkait dengan cuaca, menurut Edy, pengelola wisata rafting dan tubing harus mempunyai pengetahuan pemantauan cuaca.
Pengelola dan pemandu, tentu juga harus terus meningkatkan kewaspadaannya terkait cuaca di musim hujan ini.
"Teknik pemantauan cuaca harus dilakukan dengan baik sehingga datangnya air bah dari hulu sebagai penyebab kecelakaan bisa diantisipasi," tegasnya.
Diwawancarai terpisah, pengelola Tubing West Tampir Candimulyo, Purwoko mengatakan pihaknya melakukan pengamanan preventif terhadap jalur wisata tubing.
"Penyewa tubing menggunakan pengaman sesuai SOP, agar aman di perjalanan. Selain itu petugas dan pemandu juga profesional," kata dia.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar