Ngadiharjo, Majaksingi, dan Ngargogondo Borobudur jadi Desa Tangguh Bencana

Dilihat 75 kali
FGD Penyusunan Peta Risiko Bencana

BERITAMAGELANG.ID - Ngadiharjo, Majaksingi, dan Ngargogondo, Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang kini menjadi Desa Tangguh Bencana (Destana) sebagai upaya memperkuat ketangguhan dan kemandirian masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.

Pembentukan Destana dilaksanakan selama dua hari, pada 22-23 September 2026, di Balkondes Ngargogondo. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara BPBD Provinsi Jawa Tengah dan BPBD Kabupaten Magelang dengan melibatkan sekitar 90 peserta dari berbagai unsur masyarakat di ketiga desa.

Selama dua hari, peserta mendapatkan sejumlah materi melalui paparan dan diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD). Pembahasan diarahkan pada pengenalan potensi ancaman, peningkatan kapasitas masyarakat, penyusunan rencana kesiapsiagaan, hingga penguatan kelembagaan penanggulangan bencana di tingkat desa.

Beberapa materi yang dibahas meliputi peran pemerintah desa dalam memperkuat penanggulangan bencana, Penilaian Ketangguhan Desa (PKD), kajian risiko bencana secara partisipatif dan penyusunan peta risiko, rencana serta peta evakuasi, dan rencana penanggulangan bencana.

Selain itu, peserta juga mendiskusikan sistem peringatan dini, pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan organisasi relawan desa, serta penyusunan rencana tindak lanjut. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan simulasi dengan skenario bencana tanah longsor.

Potensi ancaman bencana yang menjadi perhatian di Desa Ngadiharjo, Majaksingi, dan Ngargogondo antara lain tanah longsor dan kekeringan. Melalui pembentukan Destana, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami risiko yang ada di lingkungan sekitarnya, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melakukan upaya pengurangan risiko dan evakuasi secara mandiri ketika bencana terjadi.

Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Jawa Tengah, Adi Widagdo menegaskan, keberadaan Destana pada dasarnya ditujukan untuk memperkuat kapasitas masyarakat itu sendiri.

"Destana bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk warga sendiri agar selamat dari ancaman bencana," ujar Adi (22/9/2026).

Pembentukan Destana juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Masyarakat didorong untuk mengenali potensi risiko di wilayahnya, memahami jalur dan prosedur evakuasi, membangun sistem peringatan dini, serta memperkuat kerja sama antar unsur di tingkat desa.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Magelang, Bayu Eko Prihanto menyampaikan, dengan terbentuknya Destana di tiga desa tersebut, Kabupaten Magelang kini memiliki 89 Desa Tangguh Bencana dari total 342 desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Magelang.

"Harapannya, akan semakin banyak desa yang menjadi desa tangguh bencana agar masyarakat memiliki kesiapsiagaan dari tingkat terbawah, yaitu diri sendiri," ujarnya.

Keberadaan Destana diharapkan menjadi fondasi bagi masyarakat untuk membangun kesiapsiagaan secara berkelanjutan. Bukan hanya saat bencana terjadi, tetapi juga melalui berbagai upaya pencegahan, pengurangan risiko, peningkatan kapasitas, dan kesiapsiagaan yang dilakukan bersama di tingkat desa.

Semangat tersebut sejalan dengan komitmen "Siap untuk Selamat" sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat Kabupaten Magelang yang semakin sadar risiko, tangguh, dan mampu menghadapi bencana secara mandiri.

Simulasi assesment evakuasi korban tanah longsor

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang