BERITAMAGELANG.ID - Sebanyak 31 putra-putri terbaik Kabupaten Magelang resmi dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Magelang Tahun 2026. Pengukuhan berlangsung di Pendopo Merapi, Rumah Dinas Bupati Magelang, Sabtu (15/8/2026) sore.
Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting bagi para anggota Paskibraka sebelum mengemban tugas negara pada Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengatakan, pengukuhan Paskibraka bukan sekadar prosesi seremonial, tetapi mengandung tanggung jawab, kehormatan, dan kepercayaan besar yang diberikan kepada putra-putri terbaik Kabupaten Magelang.
"Kalian telah melalui berbagai tahapan seleksi, pendidikan, pelatihan, pembinaan fisik dan mental, serta proses pembentukan karakter. Semua itu tidak mudah. Karena itu, hari ini patut menjadi momentum untuk meneguhkan tekad bahwa kalian siap menjalankan tugas dengan penuh disiplin, tanggung jawab, dan keikhlasan," ujar Grengseng.
Menurutnya, menjadi anggota Paskibraka tidak hanya berkaitan dengan kemampuan melaksanakan tugas mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih. Lebih dari itu, Paskibraka merupakan representasi generasi muda Kabupaten Magelang yang diharapkan memiliki karakter disiplin, berintegritas, tangguh, nasionalis, serta menjunjung tinggi semangat persatuan dan kesatuan.
"Merah Putih yang kalian kibarkan adalah simbol kehormatan bangsa. Karena itu, laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, dengan hati yang tulus, penuh rasa bangga, dan dilandasi semangat pengabdian kepada bangsa dan negara," pesannya.
Bupati juga berpesan agar seluruh anggota Paskibraka menjaga kekompakan dan saling menghormati.
"Jangan pernah merasa paling hebat satu sama lain. Keberhasilan Paskibraka bukan keberhasilan individu, melainkan keberhasilan sebuah tim," lanjutnya.
Ia berharap nilai-nilai yang diperoleh selama proses pembinaan tidak berhenti setelah tugas pengibaran bendera selesai. Disiplin, kerja keras, tanggung jawab, serta semangat pantang menyerah diharapkan menjadi bekal para anggota Paskibraka dalam menjalani kehidupan dan meraih cita-cita.
"Jadilah generasi muda yang mampu memberikan teladan di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat. Gunakan kesempatan dan pengalaman menjadi Paskibraka ini sebagai langkah awal untuk meraih cita-cita dan memberikan kontribusi terbaik bagi Kabupaten Magelang, bangsa, dan negara," imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para pembina, pelatih, pendamping, serta seluruh pihak yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, waktu, dan perhatian dalam mempersiapkan para Paskibraka.
"Jalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Tunjukkan bahwa kalian layak mendapatkan kepercayaan sebagai anggota Paskibraka Kabupaten Magelang. Jaga nama baik diri sendiri, keluarga, sekolah, dan Kabupaten Magelang. Jadilah generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan cinta tanah air," pungkasnya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Magelang, Labbaika Nugroho menjelaskan, penyelenggaraan program Paskibraka pada dasarnya untuk memberikan pembinaan sekaligus membentuk karakter putra-putri terbaik Kabupaten Magelang melalui tahapan seleksi, pendidikan, pelatihan, dan pengasuhan.
"Pendidikan dan pelatihan dilaksanakan untuk mempersiapkan Paskibraka agar mampu melaksanakan tugas pengibaran dan penurunan duplikat Bendera Pusaka pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia," katanya.
Paskibraka Kabupaten Magelang Tahun 2026 berjumlah 31 orang, terdiri atas 18 putra dan 13 putri. Mereka berasal dari 15 sekolah, yakni 27 siswa dan siswi SMA, satu siswi SMK, dua siswa Madrasah Aliyah (MA), serta satu siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA).
Dari proses seleksi tersebut, satu anggota berhasil lolos sebagai Paskibraka Tingkat Provinsi Jawa Tengah, yakni Arkan Syafrie Faidlurrahman dari MAN 1 Magelang.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI nantinya, Paskibraka Kabupaten Magelang juga akan didukung 45 personel pasukan pengawal dan empat personel pasukan pengapit dari Kodim 0705/Magelang dan Polresta Magelang.
"Sebelum dikukuhkan, para calon Paskibraka telah menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan dengan menggunakan sistem Desa Bahagia. Sistem tersebut tidak hanya memberikan pelatihan baris-berbaris dan kesiapan upacara, tetapi juga pembelajaran aktif, pembinaan karakter, pengasuhan, serta penguatan nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan," jelasnya.
Ia menambahkan, dalam sistem Desa Bahagia tersebut, para peserta juga mendapatkan kesempatan menjalankan peran kepemimpinan. Lurah Desa Bahagia dijabat Matheo Ario Pandunata dari SMA Taruna Nusantara, dengan Ardan Rasyad Ahdanannaja sebagai Seksi Kegiatan, Ghaisa Alya Raf Sanjani sebagai Seksi Agama, dan Najwa Ananta Putri sebagai Carik.
Pendidikan dan pelatihan dilaksanakan sejak 21 Juli hingga 14 Agustus 2026 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Magelang. Selanjutnya, para anggota menjalani masa karantina pada 15-17 Agustus 2026 di Hotel Sevilla Resort Mungkid sebagai bagian dari pemantapan kesiapan sebelum melaksanakan tugas pada 17 Agustus mendatang.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Magelang Grengseng Pamuji, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Magelang, Sekretaris Daerah beserta jajaran Asisten Sekda, serta para orang tua anggota Paskibraka.

@kominfomagelang 👧🧒✨ 1.217 anak dari seluruh Kabupaten Magelang berkumpul dalam Puncak Hari Anak Nasional ke-42 dengan tema “Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”. Bersama, Pemkab Magelang dan seluruh OPD berkolaborasi menghadirkan ruang yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak demi mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan siap membangun masa depan daerah. 🇮🇩❤️ Karena masa depan Magelang dimulai dari anak-anak hari ini! 🌟 #HAN2026 #HariAnakNasional #KabupatenMagelang #Magelang #AnakIndonesia ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar