BERITAMAGELANG.ID - Sedikitnya 11.000 pelari akan mengikuti gelaran event lari internasional tahunan, Borobudur Marathon 2019 di Kabupaten Magelang. Para peserta tersebut berasal dari dalam dan luar negeri.
Manajer event Borobudur Marathon 2019, Budi Sarwiadi mengatakan jumlah pelari di ajang Borobudur Marathon 2019 tersebut berasal dari 35 negara. Diperkirakan para pelari dari mancanegara itu akan melakukan registrasi ulang mulai besok Sabtu (16/11/2019). Jumlah peserta dari luar negeri terbanyak tersebut berasal dari negeri Jiran Malaysia.
"Dari sekitar 300 pelari itu dari 35 negara. Komposisi terbanyak peserta marathon dari Malaysia lebih banyak negara yang lain lebih merata," kata Budi, Jumat (15/11/2019).
Menurutnya, jumlah pendaftar awalnya sebanyak 17.029, kemudian tersaring menjadi 8.000 pelari dengan sistem ballot. Dari pendaftaran bulan Juni, ada 17.029, kami ambil 8.000. Artinya, sekitar 9.000 rekan-rekan runners tidak bisa mengikuti, mungkin bisa tahun depan. Sementara itu, 2.000 peserta lainnya bisa berpartisipasi dari paket yang diberikan Bank Jateng.
Diselenggarakan atas kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan sejumlah lembaga, gelaran Borobudur Marathon ini terbagi menjadi tiga kategori, di antaranya Marathon (42 K), Half Marathon (21 K), dan 10 K. Borobudur Marathon 2019 itu.
Sedangkan pada kelas Marathon juara terdiri dari Kategori Overall, Kategori Indonesia, dan Kategori Master. Half Marathon terdiri dari Kategori Overall dan Kategori Indonesia. 10K terdiri dari Kategori Overall dan Kategori Indonesia. Jadi para pelari Indoesia berhak bersaing dengan atlit mancanegara dengan lima podium khusus yang diperebutkan. Setelah itu penentuan juara khusus Indonesia.
"Harapannya memang lebih seru antara pelari asing dan pelari Indonesia. peluang pelari Indonesia untuk mendapat hadiah cukup besar pada kategori half Marathon dan 10 km. baik putri maupun putra," paparnya.
Borobudur Marathon 2018 akan diselenggarakan pada Minggu (18/11/2018) start di Kompleks Taman Lumbini, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Sehari sebelum pelaksanaan atau tanggal 16 November akan digelar friendship run, yaitu lari ringan untuk menikmati keindahan alam, kekayaan budaya, dan kuliner khas Kabupaten Magelang.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar