Pemilihan OSIS Sarana Pendidikan Demokrasi di Sekolah

Dilihat 363 kali
Kacabdin VIII Disdik Jateng Ainur Rojik (kemeja putih) saat memaparkan materi Pendidikan Demokrsi di satuan pendidikan pada forum Rakor Persiapan Pelaksanaan Pemilos SMA/SMK/MA di Kabupaten Magelang, Rabu (29/7/2026) di ruang rapat kantor KPU setempat.

BERITAMAGELANG.ID - Fungsi utama pendidikan termasuk di dalamnya pendidikan demokrasi adalah membentuk karakter dan mengembangkan kompetensi serta literasi sehingga menjadi pribadi cakap, kreatif dan mandiri.


Pernyataan itu disampaikan Kepala Cabang Dinas  Wilayah VIII Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Tengah, Ainur Rojik saat memberikan materi pemantik dalam forum Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pelaksanaan Pemilihan OSIS (Pemilos) SMA/SMK/MA di Kabupaten Magelang tahun 2026,  di ruang rapat kantor KPU Kabupaten Magelang, Rabu (29/7/2026).


"Pendidikan demokrasi salah satunya melalui program Pemilos Serentak pada muaranya diharapkan dapat membentuk pribadi peserta didik dengan karakter  demokratis dan bertanggung jawab," lontar Ainur Rojik.


Dalam kesempatan itu Ainur Rojik berharap Pemilos Serentak 2026 rintisan pertama KPU Kabupaten Magelang ini, untuk tahun-tahun berikutnya tidak hanya diikuti 25 sekolah namun bisa bertambah, bahkan kalau bisa semua sekolah di Kabupaten Magelang mengikutinya.


Dia juga mengatakan Cabang Dinas Wilayah VIII Disdik Jawa Tengah bersama KPU Kabupaten Magelang juga telah bersinergi menandatangani perjanjian kerja sama, salah satunya dukungan pelaksanaan pendidikan demokrasi di satuan pendidikan yang digagas KPU melalui program Pemilos Serentak, KPU Mengajar dan Ngrembaka.


Ketua Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Kabupaten Magelang yang membidangi langsung pendidikan pemilih pemula, Yohanes Bagyo Harsono mengatakan, dalam program Pemilos Serentak ini KPU akan melakukan pendampingan berupa bimbingan teknis, monitoring ke sekolah dalam tahapan penyusunan visi misi calon ketua OSIS, penyusunan daftar pemilih, pengundian nomor urut calon, orasi/debat calon, pemungutan suara serta fasilitasi sarana prasarana pemungutan suara berupa bilik dan kotak suara, alas dan alat coblos, tinta, kabelties dan segel kotak suara.


"Jadi dalam program ini KPU tidak dalam kerangka mengambil alih peran sekolah dalam proses Pemilos, namun lebih pada pendampingan agar menjadi media pembelajaran demokrasi dengan mengambil semangat Pemilu sebagai salah satu metode pendidikan pemilih," ungkapnya.


Sekretaris KPU Kabupaten Magelang, Ira Wahyu Catur menambahkan, Pemilos Serentak 2026 akan dilaksanakan pada Agustus 2026. KPU juga akan memberikan bimbingan teknis kepada siswa perwakilan panitia Pemilos dari 25 sekolah yang sudah tergabung dalam program ini.


Salah satu peserta rakor, Munif Hanafi, perwakilan bidang kesiswaan dari SMKN 1 Windusari menanyakan apakah KPU juga memberikan pendampingan anggaran selain fasilitasi sarana pemungutan suara.


Menjawab pertanyaan tersebut, Yohanes Bagyo menyampaikan sampai saat ini belum ada alokasi pendampingan anggaran dari KPU yang juga dikuatkan jawaban serupa oleh ketua dan sekretaris KPU.


Kegiatan tersebut mengundang guru yang membidangi kesiswaan dari 25 sekolah SMA/SMK/MA yang telah tergabung dalam program Pemilos Serentak 2026.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang Semangat kolaborasi dan kreativitas di dapur! 👩‍🍳👨‍🍳✨ Lomba Memasak Pemkab Magelang bersama ABC Academy menghadirkan sajian terbaik penuh cita rasa dan inovasi. Terima kasih untuk seluruh peserta yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya! 🍽️🏆 #PemkabMagelang #ABCAcademy #LombaMemasak #Magelang #KulinerIndonesia ♬ original sound - kominfomagelang