Pemkab Magelang Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja dengan Pelatihan

Dilihat 41 kali

BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan kerja. Upaya tersebut diwujudkan dengan pembukaan Pelatihan Bahasa Jepang, Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Gelombang II, Pelatihan Digital Marketing dan Content Creator yang diselenggarakan di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Magelang, Rabu (10/6/2026). 

Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan penutupan Pelatihan Berbasis Kompetensi Gelombang I yang didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). 

Bupati Magelang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, David Rudiyanto menyampaikan, program pelatihan tersebut merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Magelang dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja, memperluas kesempatan kerja, menurunkan angka pengangguran, serta mempercepat pengentasan kemiskinan.

"Pelatihan bahasa Jepang yang kita buka hari ini merupakan langkah strategis untuk menyiapkan tenaga kerja yang mampu bersaing di pasar kerja internasional, khususnya dalam memanfaatkan peluang kerja di Jepang.

Sementara itu pelatihan berbasis kompetensi dan digital marketing akan memperkuat daya saing masyarakat di sektor industri kreatif, wirausaha, dan dunia kerja modern yang menuntut keterampilan nyata," ujar David.

Ia menegaskan, keterampilan, sikap positif, dan semangat belajar menjadi kunci utama dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif. Oleh karena itu, para peserta diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan pelatihan dengan sebaik-baiknya.

"Disiplin, fokus, dan tidak mudah menyerah merupakan modal penting untuk meraih keberhasilan. Apa yang ditanam hari ini akan menjadi hasil yang dipanen di masa depan," katanya.

David juga menyampaikan apresiasi kepada DBHCHT dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

"Kolaborasi yang baik antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan sangat penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera, mandiri, dan berdaya saing," ujarnya. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Magelang, Siti Zumaroh mengatakan, berbagai program pelatihan yang dilaksanakan merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Magelang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan kerja, serta menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan.

Menurutnya, berdasarkan data BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Magelang terus menunjukkan tren positif, dari 3,55 persen pada tahun 2024 menjadi 3,52 persen pada 2025. Meski demikian, upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan pelatihan Bahasa Jepang Tahun 2026 merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Magelang dengan Baznas Kabupaten Magelang yang menyasar masyarakat kurang mampu berdasarkan data VDK desil 1 dan 2. Selain memberikan keterampilan bahasa, program tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang kerja ke Jepang dan meningkatkan kesejahteraan keluarga peserta.

"Seluruh program ini merupakan implementasi visi pembangunan Kabupaten Magelang, yaitu Makmur Rakyate, melalui peningkatan kompetensi, perluasan akses kerja, dan penguatan ekonomi masyarakat," ungkap Siti Zumaroh.

Salah satu peserta pelatihan menjahit, Fitrotul Puji Wahyu Sari (23), warga Campurejo, Kecamatan Windusari, mengaku memperoleh banyak manfaat dari pelatihan yang diikutinya. Ia menilai materi yang diberikan mudah dipahami dan sangat mendukung rencananya untuk mengembangkan usaha jahit.

"Sebelumnya saya sudah menjahit, tetapi masih sebatas menerima permak pakaian. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya belajar mulai dari membuat pola hingga proses finishing. Insya Allah ke depan saya lebih siap untuk membuka usaha jahit sendiri," ungkapnya.

Fitrotul juga menyampaikan harapannya agar program pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan dengan kuota yang lebih banyak sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.

"Semoga pelatihan seperti ini bisa diperluas lagi dan kuotanya ditambah karena peminatnya sangat banyak. Kalau bisa juga dilaksanakan di setiap kecamatan agar masyarakat di desa-desa yang belum mendapatkan informasi dapat lebih mudah mengikuti pelatihan," harapnya.

Pelatihan DBHCHT Gelombang II meliputi pelatihan las, bubut, mesin frais, serta bahasa Inggris untuk frontliner, dan teknisi telepon seluler. Sementara itu, pelatihan konten kreator dan digital marketing juga diselenggarakan sebagai respons terhadap ekonomi digital dan kebutuhan keterampilan masa depan.

Dengan rincian gelombang 2 dengan 4 kejuruan = 64 orang, Pelatihan Bahasa Jepang bersma Baznas 20 orang, Pelatihan konten kreator dan digital marketing 20 orang dan penutupan pelatihan DBHCHT gelombang 1 dengan 3 kejuruan = 46 orang.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak, kawasan Candi Ngawen, Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (31/05/2026), dipenuhi harmoni budaya dan spiritualitas. Sebanyak 25 balon udara berwarna-warni menghiasi langit. Festival ini tidak sekadar tontonan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya, spiritualitas, dan pariwisata. Festival ini turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, para duta besar, serta perwakilan Dirjen Bimas Buddha, menunjukkan daya tariknya yang semakin luas.

♬ original sound - kominfomagelang