BERITAMAGELANG.ID - Ratusan warga dari berbagai daerah antusias mengikuti program pelayanan KB gratis yang diselenggarakan Rumah Sakit (RS) Aisyiyah Muntilan dan Pemerintah Kabupaten Magelang Selasa (5/5/2026).
Dirut RS Aisyiyah Muntilan, Dwi Ambarwati mengatakan, fasilitasi dan integrasi pelayanan KB dan edukasi kesehatan reproduksi dalam rangka HUT ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Milad ke-109 Aisyiyah tahun ini meliputi pemasangan implan, IUD, suntik, hingga metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP).
Program ini mendapat dukungan Dinas Sosial PPKB PPPA Kabupaten Magelang, BKKBN, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jateng.
Kegiatan bersama dalam rangka visitasi dan supervisi ini melibatkan Kecamatan Muntilan, Srumbung, Dukun, Mungkid, dan Sawangan.
"Pesertanya 102 akseptor, melebihi target awal," kata Dwi Ambarwati di sela kegiatan.
Ia menuturkan, program pelayanan KB gratis ini bertujuan meningkatkan kesehatan ibu/anak, mengendalikan laju penduduk, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Secara mendasar, lanjutnya, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ibu usia produktif lebih terjaga karena proses kelahiran dapat diatur. Selain itu juga berdampak positif ke anak yang akan mendapat asupan ASI secara penuh selama dua tahun.
"Harapannya (layanan KB ini) dapat memotivasi ke pasangan usia subur yang lain agar tidak takut untuk ber KB," harapnya.
Program KB gratis HUT IBI dan Milad Aisyiyah ini merupakan sinergi antara RS Aisyiyah sebagai penyedia fasilitas sarana dan tenaga medis bersama Pemerintah Kabupaten Magelang dan Jawa Tengah sebagai penyedia alat kontrasepsi (alkon).
Kepala Bidang KB pada DP3AKB Provinsi Jateng, Faisa Mukti Septiyani menilai, program pelayanan KB gratis di RS Aisyiyah Muntilan Kabupaten Magelang ini selaras dengan program Pemerintah Jawa Tengah.
Menurut Faisa, program KB yang digalakan ini menjadi salah satu indikator upaya penurunan angka stunting di masyarakat. Dimana terjadinya stunting tak lepas dari faktor 4-T (terlalu banyak anak, terlalu muda, terlalu dekat, dan terlalu tua).
"Makanya kegiatan seperti ini sering kita laksanakan dalam rangka penurunan angka stunting di Provinsi Jateng," jelas Faisa.
Ketua TP PKK Kabupaten Magelang, Dian Ekawati Grengseng Pamuji memberi apresiasi atas antusiasme ratusan akseptor dari sejumlah kecamatan di program ini.
Hal itu, menurut Dian, menjadi wujud kesadaran masyarakat di Kabupaten Magelang untuk ber-KB sangat tinggi.
Dian juga berharap, lembaga maupun organisasi lain di Kabupaten Magelang dapat menggelar kegiatan serupa, yakni menggerakan masyarakat untuk menjadi akseptor KB dalam rangka penurunan angka tengkes/stunting.
"Kegiatan ini menjadi kolaborasi yang sangat luar biasa antara RS Aisyiyah Muntilan, Pemerintah Kabupaten Magelang dan Provinsi Jawa Tengah," ujar Dian usai meninjau kegiatan tersebut.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar