BERITAMAGELANG.ID - Menyambut Hari Besar Islam dan tahun baru 1 Muharam 1440 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten Magelang akan menyelenggarakan Kolosal Hadrah. Dalam acara tersebut, Pemkab Magelang bekerja sama dengan Kementrian Agama, Baznas dan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Magelang akan memberikan santunan kepada lebih dari 1.000 anak yatim piatu di wilayah ini.
"Jadi menyambut tahun baru islam, sesuai arahan Pak Bupati, yang pertama kami akan memberikan santunan kepada 1.372 anak yatim piatu," ungkap Pj. Sekda Kabupaten Magelang, Endra Wacana, dalam rapat koordinasi di Ruang Cemerlang Setda Magelang, Senin (03/09).
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Magelang, Mad Sabitul Wafa melanjutkan, acara juga akan diisi dengan pengajian akbar menghadirkan Dr. KH. Fadlolan Musyafa, LC dari UIN Semarang. Yang tak kalah menarik, akan ada penampilan hadrah/rebana kolosal dari seluruh desa yang ada di Kabupaten Magelang.
"Hadrah kolosal nanti akan diawali tabuh bersama-sama oleh Pak Bupati dan Forkopimda, dalam rangka memperingati dan menyongsong tahun baru islam itu semarak secara masif untuk seluruh umat yang ada di Kabupaten Magelang," kata Mad Wafa.
Menurut rencana, acara ini akan digelar di sepanjang Jalan Soekarno Hatta, Kota Mungkid, memadati jalan dari depan Masjid An Nur hingga Rumah Dinas Bupati Magelang pada Senin (10/09) malam sesudah waktu salat Isya.
"Nanti di situ ada tiga panggung besar kemudian digelari karpet, tidak ada stand dan kursinya, jadi hadirin hadirat dan anak-anak yatim (piatu) semuanya ada di jalan duduk bersama-sama agar benar-benar terasa kebersamaannya," lanjutnya.
Mad Wafa menambahkan, acara ini bertujuan mempererat tali silaturahmi semua elemen muslim di Kabupaten Magelang, juga membudayakan gemar kesenian Islam melalui pentas rebana kolosal.
"Selain itu sebagai syiar dan mengajak umat Islam membiasakan dan memperbanyak shodaqoh pada bulan Muharam dan lebih memperhatikan kaum fakir miskin dan yatim piatu," imbuhnya.
Acara Peringatan Tahun Baru Islam dan Kolosal Hadrah ini terbuka untuk umum dan masyarakat, diharapkan dapat menjadi spirit bagi umat Islam Kabupaten Magelang menjalankan kehidupan sosial, spiritual.
"Dan menjaga kerukunan hidup beragama sesama umat muslim dan antar umat beragama lainnya demi kemakmuran dan kedamaian bersama," tutupnya.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar