BERITAMAGELANG.ID -Kehadiran superhero di event Borobudur Marathon (Bomar) 2019 menyita perhatian dari para runer maupun masyarakat yang sengaja datang untuk meramaikan perhelatan pada Minggu (17/11).
Sekitar 10 seniman berkostum superhero seperti Batman, Gundala Putra Petir, Spiderman, Kapten Jack dan lain sebagainya ini, terlihat asyik melukis.
Sebagian besar lukisan bertema Borobudur atau sang Budha Gautama yang dikelilingi para pelari. Mereka melukis dengan tenang tanpa merasa terganggu oleh pengunjung yang berkerumun.
Ketua Komunitas Seniman Borobudur Indonesia (KSBI), Umar Chusaeni yang saat itu mengenakan kostum Batman, mengatakan, para seniman Borobudur menyambut baik kegiatan Borobudur Marathon. Sebagai seniman, tentunya ia ingin turut serta berperan dalam event bertaraf internasional ini.
âTentu kami punya cara sendiri untuk ikut meramaikan," kata Umar.
Pemilik Limanjawi Art ini merasa perlu merekap secara visual kegiatan Bomar, karena kegiatan ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Sebagai seniman tentu saja kreatifitas mereka harus ditunjukkan. Karena Borobudur merupakan salah satu pusat seni budaya dunia.
âKita sebagai anak cucu nenek moyang bangsa yang membuat Borobudur juga tetap berkarya," ucapnya.
Dengan melukis bersama sebagai respon atas kegiatan Bomar, menurut Umar, sebagai bentuk melestarikan Borobudur itu sendiri.
Umar sendiri belum tahum hasil lukisan ini akan disumbangkan atau dijual. Hanya saja, karya yang para seniman akan menjadi catatan penting secara individu masing-masing seniman yang terlibat.
âNamun kemungkinan akan kita pamerkan juga dalam sebuah acara, apa yang terjadi dalam satu tahun di Borobudur. Kita ingin mencatat mencatat sejarah dan memvisualkan apa yang terjadi di Borobudur," papar Umar.
Bahkan kemungkinan setiap akhir tahun akan dipamerkan secara bersama, jejak-jejak Borobudur di tahun 2019.
âKegiatan kami selain menghibur para peserta dan pengunjung Bomar, juga ingin menunjukkan bagaimana seniman disini harus kreatif dan generasi penerus selalu tahu apa yang dilakukan kita," lanjut Umar.
Salah satu seniman, Easting Medi yang saat itu mengenakan kostum Spiderman menambahkan, bahwa dirinya sebagai seniman Borobudur ingin memberikan sesuatu sebagai dukungan dan suport pada Bomar 2019 ini.
âTentu mereka akan melihat seniman tampil beda dan unik menghasilkan karya sesuai karakter masing-masing," katanya.
Kehadiran seniman di ajang ini, kata Medi panggilan akrabnya, juga untuk memberikan inspirasi dan semangat pada para peserta Bomar.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar