Sepeda Minion "Spesies Baru" Berbasis Frame Sepeda Mini Jadul

Dilihat 12490 kali
SEPEDA MINION. Ganda Sendiansyah menunjukan salah satu sepeda minion karyanya, yang berbasis dari sepeda mini.

BERITAMAGELANG - Trend bersepeda gowes yang kembali marak pada masa pendemi Covid 19 ini, juga membuat naik pamor sepeda jadul, khususnya sepeda mini, yang dimodifikasi (up grade) sedemikian rupa, sehingga menjadi sepeda "spesies" baru yaitu, Sepeda Minion.


"Sepeda minion ini berbasis rangka atau frame dari sepeda mini. Adapun sepeda mini sendiri adalah sepeda yang dulu ngetrend dan populer pada tahun 80-90an.


Secara tampilan sepeda minion ini sekilas mirip dengan sepeda lipat. Sehingga frame yang dipakai oleh sepeda minion, khusus sepeda mini yang hanya mempunyai rangka tunggal, atau tidak dobel rangka pada bagian tengahnya," ucap salah satu builder sepeda minion, warga Brojonalan Wanurejo Borobudur, Ganda Sendiansyah, Minggu (26/7/2020).


Menurut Ganda, yang pernah membangun sepeda minion tiga unit ini, untuk mendapatkan frame sepeda mini saat ini sulit, kalau ada harganya sekitar Rp 300 ribu keatas.


"Dulu frame sepeda mini di tukang loak atau rosok dijual kiloan, namun saat ini dijual per satuan, karena banyak yang mencari frame tersebut," ungkap Ganda.


Dengan bermodal rangka sepeda mini, dilanjutkan dengan cat ulang rangka dan penambahan aksesoris sepeda mulai dari sadel, stang, gir set, rantai, velg ban ukuran ring 20 dan lain-lain, dapat mengangkat harga sepeda mini tersebut.


"Kalau sudah jadi sepeda minionnya, bisa laku seharga Rp 1,8 juta. Atau tergantung aksesoris tambahannya, bisa lebih mahal lagi atau lebih murah. Aksesorisnya kebanyakan menggunakan aksesoris sepeda lipat, karena memang dibikin mirip sepeda lipat," ungkap Ganda.


Ganda menambahkan, sepeda minion tersebut cocok dikendarai siapa saja, karena bentuk dan ukurannya yang luwes.


"Bisa juga di up grade speednya, ditambah gir dan transmisi, sehingga persis dengan sepeda lipat dan tidak kalah trendy," papar Ganda.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang