BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang mulai menerapkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Online untuk jenjang Sekolah Dasar dan Menengah pada tahun ajaran 2025/2026. Sistem ini dirancang sebagai pengganti Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) zonasi yang selama ini menghadapi sejumlah polemik, seperti ketimpangan akses dan manipulasi alamat.
Hal ini disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi SPMB yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang, Selasa (20/5/2025), di Aula Ki Hadjar Dewantara. Salah satu narasumber utama dalam acara tersebut adalah Muhammad Kholid Shalahuddin, Pranata Komputer Ahli Pertama pada Diskominfo Kabupaten Magelang.
Dalam paparannya, Kholid yang juga bertugas sebagai Server Administrator menyampaikan, SPMB Online dikembangkan untuk menciptakan proses seleksi siswa baru yang lebih obyektif, adil, transparan, akuntabel, serta nondiskriminatif.
Ia juga menekankan bahwa sistem ini mendukung langsung program unggulan Bupati Magelang, "Pinter Ngaji Pinter Sekolah Bocahe" yang merupakan bagian dari visi Bupati dan Wakil Bupati: "Magelang Anyar Gress".
"SPMB Online merupakan bentuk digitalisasi layanan publik di bidang pendidikan, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia secara merata dan inklusif," ungkapnya.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh peserta dari berbagai unsur pendidikan di Kabupaten Magelang, seperti HIMPAUDI, IGTK, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), kepala SD swasta, serta para operator sekolah dari seluruh kecamatan.
Diskominfo Kabupaten Magelang turut berperan aktif dalam memastikan kesiapan infrastruktur pendukung SPMB, mulai dari pelayanan data center, fasilitasi co-location server, pemberian IP address, pembuatan domain, hingga jaringan internet yang stabil dan aman.
Kebijakan ini diharapkan tidak hanya menjamin keadilan dalam penerimaan siswa baru, tetapi juga memperkuat ekosistem pendidikan berbasis teknologi informasi di Kabupaten Magelang.
Dengan pelaksanaan SPMB Online, Pemerintah Kabupaten Magelang menegaskan komitmennya dalam menghadirkan sistem pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan digital, sejalan dengan nilai-nilai religius dan unggul yang terkandung dalam visi pembangunan daerah. (kholid)
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar