Unik, Tempat Dupa Klenteng Hok An Kiong Muntilan Terbesar Di Dunia

Dilihat 12580 kali
Hio loo atau tempat abu dupa di Klenteng Hok An Kion Muntilan Kabupaten Magelang.

BERITAMAGELANG.ID - Tidak banyak yang tahu keunikan Klenteng Hok An Kiong, di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Klenteng yang berada di Jalan Pemuda itu memiliki hio loo atau tempat dupa terbesar di dunia.


Memiliki berat 3,8 ton dengan diameter 178 cm dan tinggi 158 cm, hio loo itu merupakan terbesar di kawasan Asia, bahkan mungkin di dunia setelah Tiongkok.


Benda berbentuk bulat diapit dua naga di kedua sisinya itu diletakan di pintu tengah utama dari Klenteng yang dibangun tahun 1871 ini.


Pengurus Klenteng Hok An Kiong, Budi Raharjo mengatakan, hio loo itu dibuat pada 2002 dari perunggu berlapiskan kuningan. Sebagai Tempat Ibadah Tri Dharma TITD Klenteng Hok Ang Kiong menaungi umat Budha Konghuchu dan Tao.


"Hingga saat ini, hio loo yang dipesan dari China itu masih digunakan oleh warga Tionghoa. Hio loo berguna sebagai tempat media komunikasi dengan Maha Pencipta," papar Budi.


Klenteng Hok An Kiong, lanjut Budi berasal dari kata kiong yang artinya istana. Sedagkan Hok dari nama tuan rumah Hok tik ching shin. 


Sejak berdiri tahun 1871, Klenteng Hok An Kiong selalu ramai dikunjungi umat, khususnya pada perayaan Imlek. Pada perkembangannya, Klenteng Hok An Kiong mengalami renovasi pertama 1906. Pada tahun 2015 semakin berkembang dengan gapura besar setinggi 30 meter lebih. Di dalam klenteng ini terdapat altar utama tempat patung dewa bumi Khongco Hok tik Kimcing. Patung dewa itu sudah ada sejak klenteng berdiri. 


"Sekarang masih ada dan akan dibersihkan bersama rupangvdewa lain satu minggu sebelum Imlek," ujarnya.


Berada di jalur utama Magelang Yogyakarta, pintu gerbang Klenteng Hok An Kiong setiap hari selalu terbuka lebar bagi semua masyarakat yang hendak beristirahat atau sekedar menikmati keindahan sejarah keberagaman kota tua Muntilan.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang