Dispeterikan Temukan Hewan Ternak Terjangkit Penyakit LSD

Dilihat 3779 kali

BERITAMAGELANG.ID - Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispeterikan) Kabupaten Magelang telah menemukan hewan ternak yang terjangkit penyakit Lumpy Skin Disease atau penyakit dengan gejala terdapat benjolan pada kulit hewan baru-baru ini.


"Satu ekor sapi potong di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak positif (lumpy skin disease)," ungkap Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispeterikan Kabupaten Magelang, Ery Indraswari saat dikonfirmasi di Kantor Dispeterikan Kabupaten Magelang, Kamis (19/1/2023).


Lebih lanjut, Ery menjelaskan kasus lumpy skin disease (LSD) itu ditemukan pada Desember 2022. Ia mengatakan, sapi potong yang terjangkit LSD ini datang dari luar wilayah Magelang yang saat ini sudah dilakukan isolasi terhadap ternak tersebut dan diberi antibiotik.


Ery menyebutkan, pihaknya sudah memiliki vaksin LSD kurang lebih sebanyak 500 dosis. Namun demikian, vaksinasi LSD belum bisa dilakukan karena masih fokus pada penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK).


"Kita belum berani (vaksinasi) berbarengan. Kita masih fokus menangani PMK," ujarnya.


LSD menginfeksi hewan ternak, umumnya sapi dan kerbau, melalui gigitan serangga pengisap darah seperti nyamuk, lalat, dan caplak. Tak seperti PMK yang telah berulang kali mewabah di Indonesia, LSD baru pertama kali ditemukan di Indonesia pada Februari 2022, tepatnya di Provinsi Riau.


LSD sendiri semula dianggap sebagai penyakit Afrika karena hanya ditemukan di benua tersebut sejak 1929. Namun, LSD mulai terkonfirmasi di luar Afrika seperti di Mesir pada 1989. Hingga 2019, penyakit ternak tersebut meluas hingga ke Benua Asia.


Mengacu data Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (ISIKHNAS), telah ditemukan 11.474 kasus LSD di enam provinsi di Indonesia pada 18 November 2022. Di Jawa Tengah sendiri, per 9 Januari 2023 sudah ada 19 Kabupaten/Kota yang terkonfirmasi positif LSD.


Wabah LSD mirip dengan PMK, yakni bisa mengakibatkan kematian pada hewan ternak yang terinfeksi. LSD juga berpengaruh terhadap kesuburan hewan. Seperti sapi misalnya, rentan terhadap gangguan reproduksi seperti infertilitas sementara bahkan permanen. Sapi betina yang tengah bunting juga rentan keguguran bila terjangkit LSD. LSD berpotensi pula menyebabkan berat badan sapi turun dan kerusakan kulit akibat benjolan yang pecah.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang