BERITAMAGELANG.ID - Batuk berdahak yang tak kunjung sembuh sering dianggap sepele dan dianggap hanya sebagai penyakit masuk angin biasa oleh sebagian masyarakat. Padahal, mengabaikan batuk berkepanjangan bisa menjadi celah bagi penyebaran Mycobacterium tuberculosis bakteri penyebab Tuberkulosis (TBC) yang menempatkan Indonesia di peringkat kedua pemilik beban kasus TBC tertinggi di dunia.
Hal tersebut diungkapkan Dokter Umum RSUD Bukit Menoreh Kabupaten Magelang, dr. Alfi Rizki Kartika Rati, saat menjadi narasumber dalam progran talkshow Jamus Gemilang di LPPL Radio Gemilang FM, Selasa (21/72026).
"TBC bukanlah penyakit kuno ataupun kutukan keturunan. TBC adalah infeksi kronis yang mayoritas merusak paru-paru, meski dalam beberapa kondisi dapat meluas ke kulit, ginjal, tulang, hingga kelenjar getah bening," terang dr. Alfi.
Penularan TBC paru terjadi secara udara melalui droplet (percikan dahak atau cairan) saat penderita TBC aktif sedang batuk, bersin, maupun berbicara. Percikan kuman tersebut mampu melayang dan bertahan hingga empat jam di udara, terutama pada ruangan tertutup dengan kondisi lembab dan ventilasi buruk.
"Bakteri ini kerap berada dalam kondisi dorman (tidur di dalam tubuh) tanpa menimbulkan gejala awal pada seseorang yang tampak bugar. Bakteri baru akan bangkit dan mengganas saat kondisi kekebalan tubuh menurun drastis," lanjutnya.
Kelompok paling berisiko meliputi:
"Meskipun tergolong mudah menular, TBC tidak dapat menular melalui jabat tangan, sentuhan fisik, ataupun penggunaan alat makan secara bergantian selama alat makan dicuci bersih menggunakan sabun dan air mengalir," jelas dr. Alfi.
Gejala utama TBC yang wajib diwaspadai masyarakat yakni:
Kesembuhan TBC terletak pada konsistensi. Pasien TBC sensitif obat wajib menjalani masa terapi pengobatan tanpa jeda selama minimal enam bulan.
"Resiko terbesar terjadi ketika pasien merasa tubuhnya membaik di bulan kedua atau ketiga lalu menghentikan pengobatan secara sepihak," ujar dr. Alvi.
Penghentian obat secara mendadak berpotensi memicu timbulnya TBC Resisten Obat (kebal obat). Jika sudah masuk ke tahap ini, pengobatan akan jauh lebih rumit, menguras energi, dan durasi terapi akan lebih lama hingga sembilan bulan bahkan dua tahun.
Sebagai langkah perlindungan diri dan keluarga, dirinya menyarankan beberapa upaya pencegahan sederhana yang perlu diterapkan antara lain:
Pemerintah sendiri telah menyediakan pengobatan TBC secara gratis di berbagai faskes layanan primer. Dukungan moral dari lingkungan terdekat tanpa diskriminasi serta pemenuhan gizi seimbang dari keluarga adalah fondasi terpenting agar para pejuang TBC dapat menyelesaikan masa pengobatannya hingga tuntas dan kembali beraktivitas secara normal.
Layanan pemeriksaan TBC di RSUD Bukit Menoreh dilayani melalui Klinik DOTS (Directly Observed Treatment, Short course) serta Poliklinik Penyakit Dalam dengan jadwal pelayanan poliklinik rawat jalan berikut:
Senin-Kamis: 07.00-14.00
Jumat: 07.00-11.00
Sabtu: 07.00-12.30
"Layanan pemeriksaan yang tersedia meliputi pendaftaran rawat jalan, konsultasi dokter spesialis penyakit dalam, pemeriksaan dahak (termasuk tes cepat molekuler/TCM), hingga pemeriksaan rontgen dada (X-ray thoraks)," tutup dr. Alfi.
@kominfomagelang Lebih dari 3000 peserta padati Fun Bike "Gowes Kemerdekaan" dan Senam Bersama HUT ke-81 RI di Kabupaten Magelang. Bukan sekadar olahraga, momen ini jadi ajang perekat keharmonisan antara pemerintah, media, dan warga. Kayuh terus semangatnya🚴 Kamu ikutan juga tadi?
♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar