BERITAMAGELANG.ID - Menyambut Borobudur sebagai destinasi super prioritas, pemerintah mulai berbenah untuk memberikan pelayanan kepada wisatawan. Salah satunya dengan membangun gerbang Singa di wilayah Keprekan Palbapang kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang. Selain itu akan dibangun gerbang lain sebagai pintu masuk Borobudur, yakni di Blondo Mungkid, Kembanglimus Borobudur dan Klangon Kulonprogo DIY. Hal itu seiring dengan akan dibangunnya jalan tol dari Bawen ke Yogyakarta.
Demikian dikatakan Kepala Bappeda Litbangda Kabupaten Magelang, Sugiyono yang dihubungi di kantornya, Rabu (29/1). Ia menjelaskan, pemberian nama gerbang Singa karena mengambil dari relief di candi Borobudur. Yang artinya kekuatan, keberanian dan juga kebesaran.
"Di gerbang itu, nantinya akan dibangun sebuah patung singa yang menarik," jelasnya.
Menurut Sugiyono, pembangunan gerbang Singa ini akan dikerjakan mulai 2020 ini.
"Tapi apakah bisa empat-empatnya akan dibangun bersamaan atau bagaimana, kita belum tahu. Saat exit tol nantinya ada di salah satu pintu gerbang, maka bisa lebih pas," ujarnya.
Sugiyono berharap, setelah gerbang Singa dibangun, maka di sekitar lokasi itu akan dibangun anjungan cerdas. Rencana inipun sudah masuk dalam Perpres 79 tahun 2019.
"Jadi usulan dari Kabupaten Magelang sudah masuk dalam Perpres 79/2019 yang artinya sudah disetujui," tandasnya.
Dalam anjungan cerdas itu, harapannya ada terminal besar atau kelas A, kemudian ada stasiun kereta api. Juga ada amenitas wisata atau penyangga. Juga akan dibangun pusat informasi yang digital.
"Harapannya setiap wisatawan ke Borobudur akan turun di terminal besar di sekitar gerbang Singa, kemudian diangkut dengan moda kendaraan sendiri," ujarnya.
Ada beberapa skenario alternatif untuk mengangkut para wisatawan ke Borobudur, yakni dengan menggunakan kereta api wisata, kemudian kendaraan kecil atau kereta gantung (gondola).
"Ada tiga alternatif, mungkin tiga-tiganya bisa dipakai, atau salah dua atau salah satunya. Kemarin sudah ada konsultan nanti kemungkinan akan dibicarakan lagi," kata Sugiyono.
Ia juga menjelaskan, untuk pembangunan anjungan cerdas ini, ada kerjasama pemerintah pusat dengan pihak ketiga. Sedangkan keterlibatan Pemkab Magelang terkait dengan soal perizinan.
Dalam anjungan cerdas itu, nantinya juga akan ada wisata belanja yang rekreatif atau belanja sambil berwisata.
"Harapan kita ke situ sehingga ini bisa menjadi wilayah penyangga Borobudur," imbuhnya.
Dengan pembangunan yang demikian, maka target kunjungan wisatawan asing ke Candi Borobudur tahun 2020 sebanyak 2 juta bisa tercapai. Di samping menjaga Borobudur sebagai warisan budaya dunia, juga agar keramaian tersebar.
Hal itu, menurut Sugiyono, sesuai dengan teori Presiden Jokowi, bahwa pembangunan dimulai dari pinggiran. Ketika ada keramaian di Palbapang, Blondo, Kembanglimus dan Klangon, maka akan tumbuh keramaian dan akan ada uang yang beredar. Dalam hal ini, candi Borobudur sebagai magnet besar dan sentralnya.
Contoh lain, ketika ada BOB Borobudur di Purworejo dengan di candi Borobudur, maka sekaligus ingin menghidupkan desa-desa yang dilintasi antara Bener sampai Borobudur.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar