BERITAMAGELANG.ID - Ratusan guru SMP di Kabupaten Magelang mendapat bekal penting untuk menghadapi tantangan pendidikan abad 21 melalui Workshop Implementasi Deep Learning dalam Pembelajaran yang digelar Forum Komunikasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (FKMGMP), Rabu (2/7/2025), di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang.
Workshop yang dibuka langsung oleh Bupati Magelang Grengseng Pamuji ini menekankan manfaat konkret deep learning (pembelajaran mendalam) dalam proses belajar mengajar, baik bagi guru maupun siswa.
"Workshop ini memberi ruang bagi guru untuk memperluas wawasan dan keterampilan dalam merancang pembelajaran yang lebih interaktif, personal, dan efektif," ujar Bupati Grengseng dalam sambutannya.
Menurutnya, pembelajaran mendalam bukan lagi sebatas konsep futuristik, melainkan kebutuhan nyata. Dengan menguasai pendekatan ini, guru bisa menganalisis data siswa, merancang kurikulum yang adaptif, dan menciptakan suasana kelas yang mendorong eksplorasi dan berpikir kritis.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Slamet Achmad Husein, menyebut deep learning sebagai kelanjutan dari pendekatan-pendekatan aktif sebelumnya seperti CBSA, PAKEM, dan CTL, namun dengan sentuhan yang lebih holistik dan relevan dengan era digital.
"Pembelajaran mendalam menciptakan suasana belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, sehingga guru tidak hanya mengajar, tapi juga memfasilitasi proses tumbuhnya pemahaman dan refleksi siswa," kata Husein.
Manfaat Workshop Bagi Guru dan Siswa:
Forum FKMGMP sendiri merupakan wadah lintas mata pelajaran di jenjang SMP yang beranggotakan guru dari 11 mata pelajaran. Melalui forum ini, kolaborasi antarguru diperkuat, sehingga inovasi pembelajaran bisa saling menginspirasi dan berkembang.
Workshop ini menjadi titik awal penting untuk memperluas penerapan deep learning di ruang kelas SMP seluruh Kabupaten Magelang, membekali guru bukan hanya dengan pengetahuan, tapi juga semangat untuk menghadirkan perubahan nyata dalam pendidikan.

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar