BERITAMAGELANG.ID - Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid Agung Jawa Tengah An Nuur Magelang, Jumat (13/6/2025) pagi, saat ratusan jamaah yang didominasi muslimah hadir mengikuti kajian Islam yang mengangkat tema mendalam, "Ya Allah, Mengapa Aku Diuji?".
Acara yang diselenggarakan oleh Akhwat Bergerak Magelang, sebuah lembaga yang bergerak pada bidang sosial dan dakwah ini menghadirkan dua sosok inspiratif, yaitu Ustadz Ridho Febri, pengisi program Damai Indonesiaku TV One, dan Deny Aden, seniman Nasyid Backpacker.
Sebelum acara dimulai, para jemaah bersama-sama membaca surat Al-Kahfi sebagai bentuk pembiasaan amalan sunnah di hari Jumat. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan selawat bersama Deni Aden, yaitu Sholawat Sayyidul Istighfar dan Sholawat Jibril, yang menambah nuansa syahdu dan menyentuh hati.
Deni Aden memberikan sentuhan spiritual melalui lantunan nasyid-nasyidnya yang syahdu. Nasyid yang dibawakan sangat relevan dengan tema kajian, mengajak hadirin untuk merenungkan makna ikhlas, tawakal, dan sabar dalam menghadapi segala cobaan.
"Sholawat ini untuk memberikan semangat kepada kita semua, dan silahkan untuk selalu diamalkan," ungkap Deni Aden.
Ustadz Ridho Febri dalam penyampaian materinya, membuka wawasan jemaah tentang hakekat ujian dalam Islam. Ia menekankan pentingnya mengingat Allah dan memohon pertolongan melalui kesabaran dan salat, terutama saat menghadapi ujian hidup, kemudian ia menjelaskan dengan menguraikan QS Al-Baqarah ayat 152-153.
"Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku." (QS Al-Baqarah: 152)
"Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS Al-Baqarah: 153)
Kedua ayat ini saling melengkapi, lanjutnya, dalam keadaan mendapatkan nikmat diperintahkan untuk berzikir dan bersyukur. Dan dalam keadaan menghadapai cobaan diperintahkan untuk bersabar dan memohon pertolongan melalui shalat.
"Kita tidak akan bisa bersabar kalau kita belum bisa bersyukur terlebih dahulu," ujarnya di hadapan jemaah.
Lebih lanjut, Ustadz Ridho meneladani kisah Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai contoh nyata dalam menghadapi ujian kehidupan.
"Rasulullah mendapatkan ujian yang lengkap dari Allah, namun beliau tidak pernah pendendam. Beliau mudah memaafkan dan mendoakan kebaikan bagi orang lain," tuturnya.
Kajian juga mengupas kandungan QS Al-Fajr ayat 27-30 yang menggambarkan ketenangan jiwa bagi orang-orang yang diridhai oleh Allah. Ustadz Ridho menegaskan bahwa ujian merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
Acara yang berlangsung lancar ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Deni Aden, memohon kekuatan, kesabaran, dan keistiqomahan dalam menjalani hidup. Kajian Islam ini diharapkan dapat memberikan pencerahan, kekuatan mental, dan motivasi bagi para jemaah untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, serta menjadikan setiap ujian sebagai tangga menuju peningkatan kualitas diri dan keimanan. Akhwat Bergerak Magelang berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kajian-kajian yang bermanfaat bagi umat.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar