Simpel Ndeso, Dekatkan Layanan Pemkab Magelang dan Warga

Dilihat 24 kali

BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang terus berkomitmen melakukan akselerasi transformasi digital dalam pelayanan publik. Langkah strategis ini ditegaskan kembali melalui pemaparan materi inovasi Simpel Ndeso (Sistem Pelayanan Desa Online) dalam kegiatan seleksi Abdi Praja Award Kabupaten Magelang 2026 yang berlangsung di Ruang Command Center Pusaka Gemilang, Selasa (13/10/2026).


Pemaparan materi tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso.


Dalam pemaparannya, inovasi Simpel Ndeso mengangkat filosofi utama "Mendekatkan Pelayanan, Mengembalikan Waktu". Inovasi ini hadir untuk menjawab tantangan dan realitas yang kerap dihadapi masyarakat desa saat harus mengurus administrasi kependudukan atau perizinan tingkat desa.


Sebelum hadirnya Simpel Ndeso, proses administrasi seperti mengurus Surat Keterangan Usaha, pengantar, maupun bantuan sosial kerap memakan waktu dan biaya. Sebelumnya, warga harus meluangkan waktu perjalanan pergi-pulang, biaya transportasi, hingga waktu tunggu di kantor desa yang jika ditotal bisa menghabiskan waktu produktif hingga 2 jam per layanan, belum termasuk estimasi biaya transportasi rata-rata Rp20.000 per perjalanan.


"Melalui platform Simpel Ndeso, paradigma tersebut diubah secara drastis," ujar Iwan Sutiarso. 


Warga kini dapat mengajukan permohonan layanan secara mandiri langsung dari rumah melalui gawai (smartphone). Alur pelayanan berjalan lebih praktis: warga mengajukan permohonan secara online, sistem mencatat secara real-time, pemerintah desa melakukan verifikasi, dan Kepala Desa memberikan pengesahan menggunakan Tanda Tangan Elektronik (TTE). 


"Dokumen yang telah disetujui kemudian langsung diterima oleh warga secara digital dengan tetap memiliki keabsahan hukum yang sah," tegasnya.


Iwan menekankan, esensi dari digitalisasi pelayanan ini bukan sekadar mengejar kecepatan semata, melainkan memberikan dampak berlapis yang menyentuh efisiensi waktu, penghematan biaya rumah tangga, peningkatan produktivitas masyarakat, hingga perbaikan kualitas hidup secara menyeluruh.


Waktu berharga yang sebelumnya habis untuk antre di kantor desa kini dikembalikan kepada masyarakat untuk dimanfaatkan secara produktif, mulai dari menggarap lahan pertanian, merawat ternak, mengembangkan usaha UMKM, mendampingi keluarga, hingga mengenyam pendidikan dan pelatihan. 


"Secara makro, jika diakumulasikan dari ribuan transaksi layanan online, potensi penghematan biaya transportasi masyarakat di Kabupaten Magelang dapat mencapai ratusan juta rupiah per tahun," pungkasnya.


Kabid Informatika pada Dinas Kominfo Kabupaten Magelang, Heri Sigit Priyanto mengatakan, inovasi Simpel Ndeso terbukti bukan sekadar wacana, melainkan telah dirasakan manfaatnya secara nyata oleh warga masyarakat Kabupaten Magelang. Berdasarkan data pemanfaatan layanan administrasi desa, ribuan permohonan telah sukses diproses melalui platform ini, di antaranya:


  • Surat Pengantar: 333 permohonan
  • Bantuan Sosial Kesehatan: 317 permohonan
  • Surat Keterangan Usaha: 274 permohonan
  • SKCK: 189 permohonan
  • Keterangan Kurang Mampu: 131 permohonan

Melalui ajang Abdi Praja Award 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Magelang berharap praktik baik digitalisasi melalui Simpel Ndeso dapat terus menginspirasi tata kelola pemerintahan desa yang semakin tertata, transparan, efisien, serta bermuara pada terwujudnya Kabupaten Magelang yang lebih maju, melayani, dan berdaya saing.



Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar