Wabup Magelang: Program Pembangunan Desa Harus Terarah, Manfaat Dirasakan Masyarakat

Dilihat 20 kali
Wakil Bupati Magelang, Sahid saat memimpin Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa Kabupaten Magelang.

BERITAMAGELANG.ID - Wakil Bupati Magelang, Sahid meminta seluruh tenaga pendamping desa dan pendamping lokal desa mengawal pembangunan di tingkat desa agar selaras dengan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Magelang. Sinkronisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 menjadi penting agar pembangunan berjalan terarah dan manfaatnya dirasakan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Sahid saat memimpin Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa Kabupaten Magelang, Rabu (21/10/2026) di Rumah Dinas Wakil Bupati Magelang.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Magelang, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan terima kasih kepada seluruh tenaga pendamping profesional. Saudara-saudara sekalian adalah ujung tombak dan garda terdepan pemerintah dalam mengawal pelaksanaan pembangunan serta pemberdayaan masyarakat di tingkat desa," kata Sahid.

Menurut Sahid, tenaga pendamping profesional desa memiliki peran strategis dalam memastikan pembangunan desa berjalan akuntabel sekaligus mendorong kemandirian masyarakat. Pendamping juga dituntut mampu mengawal program prioritas pemerintah dan memperkuat lembaga ekonomi lokal.

Berdasarkan Keputusan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 294 Tahun 2025, terdapat lima tugas utama pendamping profesional. Meliputi fasilitasi pembangunan desa secara akuntabel, pemberdayaan masyarakat, pengembangan lembaga ekonomi lokal, pengawalan program prioritas nasional, serta fasilitasi kerja sama antardesa dan advokasi regulasi desa.

"Tugas-tugas ini menuntut komitmen, profesionalisme, serta dedikasi yang tinggi dari saudara-saudara sekalian di lapangan," tegasnya.

Sahid menekankan, pendamping desa harus mampu menerjemahkan arah kebijakan daerah ke dalam program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, penyelarasan RPJM Desa dengan RPJMD Kabupaten Magelang 2025-2029 perlu menjadi perhatian bersama.

"Saya minta kepada seluruh pendamping desa dan pendamping lokal desa untuk mampu mengintegrasikan dan mensinergikan RPJM Desa dengan RPJMD Kabupaten," ujarnya.

Ia juga menitipkan tiga fokus utama pembangunan yang perlu dikawal di setiap desa. Pertama, pembangunan sumber daya manusia dan karakter untuk mewujudkan masyarakat yang berpendidikan, berbudaya, berkarakter, serta berdaya saing. Kedua, pemerataan pembangunan agar hasilnya dirasakan secara adil oleh seluruh wilayah. Ketiga, penguatan tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Ketiga fokus tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi Kabupaten Magelang, yakni Magelang Aman, Nyaman, Religius, Unggul, dan Sejahtera atau Magelang Anyar Gress.

"Oleh karena itu, saya berpesan, jaga terus integritas, tingkatkan koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan, serta jadilah pendengar yang baik bagi aspirasi masyarakat," pesannya.

Sahid menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap tenaga pendamping melalui bimbingan, supervisi, konsultasi, serta peningkatan kapasitas. Evaluasi berkala dan penghargaan atas prestasi kerja juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendampingan desa.

Koordinator Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Magelang, Priyanto mengatakan, rapat koordinasi menjadi sarana konsolidasi sekaligus evaluasi pelaksanaan pendampingan desa. Pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk mempersiapkan penyelesaian pekerjaan menjelang akhir tahun.

"Di akhir tahun ini kita banyak tugas yang harus diselesaikan, termasuk laporan triwulan keempat, sehingga semuanya perlu diselesaikan sesuai jadwal," kata Priyanto.

Ia menjelaskan, pendamping desa juga perlu mencermati tahapan perencanaan pembangunan desa, termasuk persiapan perubahan APBDes yang mulai diinisiasi di sejumlah kecamatan.

Selain itu, pihaknya merencanakan kegiatan peningkatan kapasitas pada awal November terkait pencegahan dan penanganan stunting. Kegiatan tersebut diharapkan menambah pengetahuan serta memperkuat peran pendamping dalam mendukung program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Priyanto juga mengajak seluruh pendamping desa turut menjaga kondusivitas pelaksanaan Pilkades Serentak Kabupaten Magelang yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (25/10/2026).

"Harapan kita semua, pelaksanaan Pilkades berjalan dengan damai dan menghasilkan kepala desa yang berintegritas," ujarnya.

Ia berharap seluruh tenaga pendamping tetap menjaga koordinasi dan komitmen agar program pembangunan desa berjalan baik serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang

✨ Transformasi Mindset, Wujudkan Pelayanan Publik Berkualitas! Pemerintah Kabupaten Magelang terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan birokrasi yang profesional, responsif, ramah, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan Transformasi Mindset dan Sharing Praktik Baik Pelayanan Publik, seluruh jajaran diajak untuk membangun pola pikir positif, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat sinergi dan kolaborasi antarperangkat daerah. 🤝 Karena pelayanan terbaik lahir dari kerja sama, kepedulian, dan semangat melayani dengan sepenuh hati. Bersama, wujudkan pelayanan publik yang cepat, ramah, tuntas, dan berkualitas demi Magelang yang semakin maju! #Magelang #KabupatenMagelang #PelayananPublik #TransformasiBirokrasi

♬ original sound kominfomagelang