Pentas Seni Memeperingati Hari Peradaban Desa VI di Tegalrejo
Dilihat 32 kali
Sejumlah penari sanggar Sekar Wahyu Manunggal menampilkan tari Soreng saat memperingati Hari Peradaban Desa VI di Susukan, Sukorejo, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (21/5/2026).
Sejumlah tokoh Komunitas Lima Gunung melantukan doa bersama untuk perbaikan bangsa dengan mengangkat tema satir, ‘’Makin Goblok Bareng’’.
Ratusan seniman dari Komunitas Lima Gunung memperingati Hari Peradaban Desa VI dengan menggelar pentas kesenian tradisional yang mengusung tema Kearifan Lokal, Inspirasi Global.
Sejumlah pementasan kesenian di tempat terbuka di pekarangan rumah warga dengan properti berbagai bahan alam pada acara itu, antara lain tarian soreng, topeng ireng, warok, musik truntung, musik gamelan, dan pembacaan puisi.
Budayawan Magelang sekaligus presiden Komunitas Lima Gunung Sutanto Mendut.menyebut bahwa pada masa lalu masyarakat pedesaan memiliki peranan penting bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Perayaan ini melibatkan sekitar 250 seniman dan penari dari berbagai komunitas kampung. Dua sanggar utama yang tampil adalah Sanggar Dhom Sunthil dan Sekar Wahyu Manunggal.
Warga menyaksikan pertunjukan sebagai hiburan sekaligus ajang silaturahmi masyarakat pedesaan.
Tokoh masyarakat yang juga dalang wayang di daerah itu, Triyono, mengapresiasi peringatan Hari Peradaban Desa diselenggarakan Komunitas Lima Gunung karena bermanfaat menjaga semangat guyup warga dan menjadi ajang memperkuat nilai-nilai luhur kehidupan masyarakat desa.