BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang menerima penyerahan barang rampasan negara dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI berupa aset tanah senilai Rp4.289.253.000. Penyerahan aset tersebut dilakukan di Pendopo Kampung Seni Borobudur, Selasa (20/5/2026).
Aset yang diserahkan berupa tanah seluas 1.720 meter persegi yang berasal dari perkara tindak pidana korupsi mantan Bupati Mojokerto, Mustafa Kamal Pasa. Penyerahan dilakukan melalui mekanisme Penetapan Status Penggunaan (PSP) dan hibah kepada pemerintah daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pejabat KPK RI, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Suasana serah terima berlangsung khidmat dan menjadi simbol sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung upaya pemberantasan korupsi serta optimalisasi pemanfaatan aset negara.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji menyampaikan apresiasi kepada KPK RI atas kepercayaan yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Magelang dalam pengelolaan aset rampasan negara tersebut.
Menurutnya, penyerahan aset bukan sekadar proses administratif, melainkan simbol penegakan hukum, akuntabilitas, serta pemulihan hak negara yang dikembalikan untuk kepentingan masyarakat.
"Penyerahan aset hari ini mengirimkan pesan yang sangat kuat dan tegas bahwa negara hadir dan tidak tinggal diam terhadap praktik korupsi. Apa yang pernah dirampas dari rakyat kini dikembalikan kemanfaatannya untuk rakyat melalui Pemerintah Kabupaten Magelang," kata Grengseng.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Magelang berkomitmen mengelola aset tersebut secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, tambahan aset daerah diharapkan dapat mendukung berbagai program prioritas pembangunan, mulai dari peningkatan pelayanan publik, penguatan ketahanan pangan, penurunan angka stunting, peningkatan kualitas pendidikan, hingga percepatan digitalisasi birokrasi.
Lebih lanjut, Grengseng menyebut dipilihnya kawasan Borobudur sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan memiliki makna filosofis sekaligus strategis. Kawasan Borobudur dinilai merepresentasikan semangat kebijaksanaan, keterbukaan, dan integritas dalam tata kelola pemerintahan.
Selain itu, pelaksanaan kegiatan di kawasan destinasi wisata nasional tersebut juga menjadi bentuk transparansi kepada publik sekaligus memperkuat citra Kabupaten Magelang sebagai daerah yang aman, kondusif, dan mendukung iklim investasi yang bersih dari praktik korupsi.
Direktur Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi KPK RI, Mungki Hadipratikto menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya optimalisasi pemanfaatan barang rampasan negara yang telah berkekuatan hukum tetap.
"Hari ini merupakan kegiatan serah terima barang rampasan negara melalui mekanisme penetapan status penggunaan dan hibah dari KPK kepada beberapa kementerian dan lembaga," ujar Mungki.
Ia menjelaskan, aset yang diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Magelang berasal dari penanganan perkara tindak pidana korupsi yang asetnya berada di wilayah Kabupaten Magelang. Seluruh aset yang diserahkan pada kesempatan tersebut telah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah.
Menurutnya, penyerahan aset tersebut menjadi bentuk nyata komitmen negara dalam tindak pidana korupsi sekaligus mengembalikan manfaat aset hasil kejahatan kepada masyarakat melalui pemerintah daerah.
"Semua kejahatan khususnya tindak pidana korupsi dan pencucian uang, asetnya pasti akan kita rampas. Tidak peduli disembunyikan di mana pun, akan kita lacak dan kita rampas kembali," tegasnya.
Mungki menambahkan, mekanisme pemanfaatan barang rampasan negara dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pada prinsipnya, aset yang telah diputus dirampas untuk negara akan terlebih dahulu melalui proses lelang. Namun apabila belum terjual, aset dapat dimanfaatkan melalui mekanisme penetapan status penggunaan maupun hibah kepada instansi pemerintah.
Momentum penyerahan aset rampasan negara yang bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional juga dimaknai sebagai pengingat pentingnya membangun pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Magelang berharap sinergi antara pemerintah pusat, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah dalam upaya pemberantasan korupsi dapat terus diperkuat demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta pembangunan daerah yang berkelanjutan.
@kominfomagelang Di Taman Makam Pahlawan, tabur bunga bukan sekadar seremonial. Ada doa, penghormatan, dan pengingat bahwa kemerdekaan hari ini lahir dari perjuangan para pahlawan 🇮🇩 Melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional, Bupati Magelang dan Kapolres Magelang mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, semangat gotong royong, serta bijak menghadapi tantangan di era digital. Karena perjuangan hari ini bukan lagi mengangkat senjata, tapi menjaga persatuan dan membangun bangsa bersama-sama. Selamat Hari Kebangkitan Nasional 2026 “Bangkit Bersama, Wujudkan Indonesia Kuat.” #HariKebangkitanNasional #Harkitnas2026 #Magelang #AnyarGress ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar