BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang mengapresiasi semangat kepedulian sosial masyarakat Desa Ngadirejo, Kecamatan Salaman, yang diwujudkan melalui pemberian santunan kepada anak yatim, piatu, dan yatim piatu dalam rangka peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Kegiatan tersebut dirangkai dengan Pengajian Umum dan Pentasyarufan Santunan yang digelar di Balai Desa Ngadirejo, Rabu (1/7/2026).
Wakil Bupati Magelang, Sahid menyampaikan, momentum Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian angka pada kalender, tetapi menjadi ajang introspeksi untuk melakukan hijrah menuju pribadi yang lebih baik, lebih bertakwa, serta semakin peduli terhadap sesama.
"Pergantian tahun baru Hijriah adalah momentum bagi kita untuk berhijrah, meninggalkan hal-hal yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih berkualitas. Semangat hijrah itu salah satunya diwujudkan melalui kepedulian sosial sebagaimana dilakukan masyarakat Desa Ngadirejo dengan menyantuni anak-anak yatim, piatu, dan yatim piatu," ujarnya.
Ia menegaskan, kepedulian terhadap anak yatim merupakan amalan mulia yang memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Magelang memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Ngadirejo, panitia, para donatur, serta seluruh masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menghidupkan syiar Islam, tetapi juga memperkuat nilai-nilai gotong royong dan kesalehan sosial yang menjadi modal penting dalam membangun masyarakat Kabupaten Magelang yang harmonis dan sejahtera.
Kepada anak-anak penerima santunan, Wabup berpesan agar tetap memiliki semangat dalam menuntut ilmu, rajin beribadah, dan terus menggantungkan cita-cita setinggi mungkin.
"Kalian tidak sendiri. Ada keluarga, masyarakat, pemerintah, dan banyak pihak yang akan terus mendoakan serta mendukung perjalanan kalian. Teruslah belajar dan jangan pernah menyerah, karena dari kalian kelak akan lahir generasi yang membanggakan Kabupaten Magelang," pesannya.
Ketua Panitia, Miftakhussurur menyampaikan, santunan tahun ini diberikan kepada 23 anak yang terdiri atas satu anak yatim piatu dengan santunan sebesar Rp3.100.000, 13 anak yatim dengan santunan masing-masing Rp2.700.000, serta 10 anak piatu dengan santunan masing-masing Rp2.100.000.
Ia menjelaskan, dana santunan berasal dari donasi masyarakat Desa Ngadirejo maupun para donatur dari luar desa yang terkumpul sejak Juli 2025 hingga pelaksanaan kegiatan.
"Total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp56.501.100, dengan dana yang telah disalurkan sebesar Rp56.500.000. Sisa dana akan dialokasikan untuk program santunan pada tahun berikutnya," jelasnya.
Pengajian umum dalam rangka Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menghadirkan KH Miftahudin Zuhri dari Kebumen. Adapun penyelenggaraan kegiatan pengajian didukung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026, sebagai bentuk komitmen Pemerintah Desa Ngadirejo dalam mendukung kegiatan keagamaan dan pembinaan masyarakat.

@kominfomagelang 👧🧒✨ 1.217 anak dari seluruh Kabupaten Magelang berkumpul dalam Puncak Hari Anak Nasional ke-42 dengan tema “Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”. Bersama, Pemkab Magelang dan seluruh OPD berkolaborasi menghadirkan ruang yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak demi mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan siap membangun masa depan daerah. 🇮🇩❤️ Karena masa depan Magelang dimulai dari anak-anak hari ini! 🌟 #HAN2026 #HariAnakNasional #KabupatenMagelang #Magelang #AnakIndonesia ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar