Kajian Parenting di SDN Blondo Hadirkan Ustaz Kondang Ridho Febri

Dilihat 18 kali
Hadir sebagai penceramah utama, Ustaz Ridho Febri, Da'i Nasional membekali ratusan wali murid dengan metode pendidikan anak berbasis ajaran Rasulullah SAW.

BERITAMAGELANG.ID - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang menegaskan kegiatan pengasuhan (parenting) kini menjadi program wajib yang harus diselenggarakan oleh seluruh lembaga pendidikan. Langkah strategis ini dinilai semakin efektif ketika dikemas melalui bentuk kajian agama guna memperkuat karakter anak di tengah tantangan era digital.

Hal tersebut mengemuka dalam acara Kajian Parenting Talk yang digelar atas kerja sama SD Negeri Blondo dan TK PGRI Blondo di Balai Desa Blondo, Kecamatan Mungkid, Senin (28/9/2026).

Koordinator Wilayah (Korwil) Disdikbud Kecamatan Mungkid, Dewi Sulistianingsih menjelaskan, komunikasi yang harmonis antara pihak sekolah dan orang tua merupakan kunci utama keberhasilan pendidikan. Keterlibatan aktif orang tua pun kini telah dijadikan salah satu indikator dalam rapor pendidikan nasional.

"Program parenting sangat penting untuk mendukung proses belajar anak. Tanpa komunikasi antara sekolah dan orang tua, program di sekolah tidak bisa berjalan baik. Karena itu, parenting diwajibkan di setiap lembaga pendidikan agar komunikasi dapat terus terjalin," ujar Dewi.

Ia menambahkan, mengingat durasi belajar siswa di sekolah relatif singkat, yakni sekitar enam jam, kontrol utama penggunaan gawai dan media sosial selama 18 jam selebihnya berada penuh di tangan orang tua. Melalui kegiatan rutin Paguyuban Orang Tua Murid dan Wali (POMG), wawasan pengasuhan wali murid diharapkan dapat terus terasah.

"Harapannya kegiatan parenting seperti ini tidak hanya berhenti di SD Blondo, tetapi berlanjut di seluruh sekolah se-Kecamatan Mungkid," harapnya.

Kepala SDN Blondo, Rinto Agus Wibowo menuturkan, acara ini berawal dari keprihatinan bersama terkait maraknya krisis atensi, krisis adab, dan overstimulasi gawai pada anak. Pembentukan akhlak yang ditanamkan sekolah kerap menghadapi celah (gap) saat anak berada di rumah.

"Guru tidak bisa bekerja sendiri. Kami mengundang tokoh dakwah agar dapat menyamakan frekuensi. Sekolah dan rumah harus menjadi satu tim, terlebih pada jenjang TK dan SD yang merupakan masa keemasan (golden age) pembentukan karakter," terang Rinto.

Hadir sebagai penceramah utama, Ustaz Ridho Febri, Da'i Nasional membekali ratusan wali murid dengan metode pendidikan anak berbasis ajaran Rasulullah SAW. Ia menekankan pentingnya mengombinasikan ilmu pengasuhan modern dengan fondasi spiritual.

  1. Dalam ceramahnya, Ustaz Ridho menekankan dua metode utama:Al-Qudwah (Keteladanan): Orang tua diimbau selalu meluangkan waktu berkualitas (quality time) bagi anak di tengah kesibukan. Memberikan pemahaman moral dan agama hendaknya dilakukan dengan narasi yang lembut serta contoh konkret.
  2. Al-Adah (Pembiasaan): Membiasakan tradisi positif sejak dini, seperti berdoa sebelum beraktivitas hingga membangunkan anak tidur dengan sapaan kasih sayang, bukan dengan bentakan yang memicu stres.

"Bangunkan anak dengan lembut, bisikkan kata-kata kasih sayang, dan dampingi mereka. Pembiasaan baik yang dilakukan dengan kasih sayang akan terekam dalam memori anak hingga dewasa dan menjadi amal jariyah," ungkap Ustaz Ridho.

Inisiatif gabungan antara edukasi pengasuhan dan kajian keagamaan ini mendapat apresiasi tinggi dari para peserta. Dewi Sofiani, salah satu wali murid kelas 4B SDN Blondo, mengaku mendapatkan wawasan baru dalam mengatasi kecanduan gawai pada anak.

"Tantangan terbesar memang batasan penggunaan gadget. Melalui kajian ini, saya belajar bahwa orang tua harus lebih banyak meluangkan waktu dan berintrospeksi diri sebelum menghakimi anak," tutur Dewi.

Acara ini turut dihadiri oleh para mantan kepala sekolah dan pensiunan guru sebagai penentu ruh kegiatan serta penjaga nilai-nilai dasar sopan santun dan gotong royong.

Melalui kegiatan terpadu di Balai Desa Blondo ini, seluruh pihak berharap dapat membentuk Komunitas Orang Tua Peduli guna mencetak generasi yang unggul secara akademik, beradab, serta berakhlak mulia.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang