BERITAMAGELANG.ID - KPU Kabupaten Magelang mengajak siswa Sekolah Rakyat Magelang (SRMA 43) yang mayoritas merupakan gen Z untuk sadar mengelola data pemilih. Kegiatan itu dikemas melalui kegiatan Ngrembaka (Ngerekam Lan Edukasi Mbangun Kesadaran Administrasi Pemilih Kanggo Kanca Sekolah) Batch 4, program inovasi KPU Kabupaten Magelang dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Senin (24/8/2026), di aula sekolah setempat.
Sebanyak 97 siswa kelas XI SRMA 43 antusias mengikuti kegiatan yang diawali dengan sosialisasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) bertema "Gerakan Sadar Data Pemilih: Wujudkan Hak Pilih yang Terjamin".
Materi disampaikan Anggota KPU Kabupaten Magelang, Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi (Rendatin), Siti Nurhayati.
Di hadapan siswa yang mayoritas telah berusia 17 tahun maupun akan genap 17 tahun pada 2026 ini, Siti menekankan kesadaran terhadap data pemilih tidak harus menunggu seseorang menjadi pemilih aktif. Menurutnya, generasi muda dapat ikut menjaga kualitas data pemilih sejak sekarang, terutama dengan memastikan data kependudukan dan data pemilihnya benar.
"Gen Z tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka juga harus menjadi generasi yang sadar data, termasuk data pemilih," ujarnya.
Ada empat peran yang bisa dilakukan, yaitu aktif mengecek data diri, melaporkan perubahan data, mengedukasi keluarga dan lingkungan, serta tidak apatis terhadap administrasi kependudukan.
Empat peran tersebut menjadi pesan utama dalam sosialisasi. Siswa didorong untuk memeriksa status dan elemen data dirinya, melaporkan apabila terjadi perubahan, mengingatkan keluarga mengenai pentingnya administrasi kependudukan, serta tidak menganggap persoalan data sebagai urusan pemerintah saja.
"Data pemilih yang akurat bukan hanya pekerjaan penyelenggara Pemilu. Ada peran masyarakat di dalamnya. Semakin sadar masyarakat terhadap datanya, semakin kuat pula upaya kita menjamin hak pilih," lanjutnya.
Setelah sesi materi, kegiatan dikemas lebih interaktif melalui sejumlah permainan atau games. Roda Putar, Fakta or Hoaks, dan Mix and Match digunakan untuk menguji pemahaman siswa sekaligus membuat materi kepemiluan lebih dekat dengan karakter gen Z.
Salah seorang peserta, Ilham mengatakan, kegiatan tersebut membuat materi tentang data pemilih terasa lebih mudah dipahami.
"Biasanya kalau mendengar data pemilih terkesan serius. Tetapi melalui games kami jadi lebih mudah memahami apa yang harus dilakukan kalau ada kesalahan atau perubahan data," kata Ilham.
Kepala SRMA 43 Magelang, Sri Rejeki mengapresiasi kegiatan Ngrembaka karena memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai pentingnya administrasi kependudukan dan kepemiluan.
"Kami berharap siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk memastikan data dirinya benar dan kemudian menyampaikan pengetahuan itu kepada keluarga maupun lingkungannya," harapnya.
Rangkaian Ngrembaka kemudian dilanjutkan dengan perekaman KTP-el bagi siswa yang telah memenuhi persyaratan. Layanan administrasi kependudukan tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan karena siswa yang memasuki usia 17 tahun tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai hak pilih, tetapi juga didorong untuk memastikan identitas kependudukannya telah tercatat secara resmi.
@kominfomagelang 👧🧒✨ 1.217 anak dari seluruh Kabupaten Magelang berkumpul dalam Puncak Hari Anak Nasional ke-42 dengan tema “Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”. Bersama, Pemkab Magelang dan seluruh OPD berkolaborasi menghadirkan ruang yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak demi mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan siap membangun masa depan daerah. 🇮🇩❤️ Karena masa depan Magelang dimulai dari anak-anak hari ini! 🌟 #HAN2026 #HariAnakNasional #KabupatenMagelang #Magelang #AnakIndonesia ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar