BERITAMAGELANG ID - Puluhan anak berkebutuhan khusus (ABK) Yayasan Nisrina Putri Bunda, Ngroto, Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang mengikuti pembelajaran inklusif cara memilah dan mengolah sampah, Jumat (21/8/2026). Pelatihan diberikan dari penyuluh bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas (PSPK) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang.
Suasana berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan komunitas disabilitas. Pertemuan tersebut berlangsung seru dan menyenangkan antara jajaran DLH Kabupaten Magelang, pengurus yayasan, dan anak-anak binaan. Sebagai tindak lanjut, kegiatan edukasi dan pelatihan pengelolaan sampah di Yayasan Nisrina Putri Bunda, rencananya akan dilakukan secara rutin satu bulan sekali.
"Kegiatan ABK dalam mengelola sampah, bukanlah hal mudah. Tapi mereka begitu antusias belajar memilah dan mengolah sampah," kata Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas (PSPK) DLH Kabupaten Magelang, Uswatun Wulandari.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah, dengan materi yang disampaikan secara sederhana dan mudah dipahami oleh para peserta. Edukasi tidak hanya dilakukan secara teori, tetapi dilanjutkan dengan praktik langsung agar peserta dapat memahami proses pemilahan sampah secara lebih nyata.
Anak-anak binaan kemudian diajak untuk mempraktikkan pemilahan sampah dengan mengenali dan memisahkan sampah berdasarkan jenisnya. Melalui praktik tersebut, peserta diperkenalkan pada kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari memilah sampah sejak dari sumbernya hingga menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Lebih lanjut Uswatun menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya DLH Kabupaten Magelang untuk membangun kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah, tanpa terkecuali.
Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi anak-anak binaan dan pengurus yayasan. Menurutnya, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama, sehingga edukasi lingkungan juga harus dapat diakses dan dilakukan secara inklusif.
"Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi menjadi kebiasaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, DLH Kabupaten Magelang menegaskan, pengelolaan sampah merupakan gerakan bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk komunitas disabilitas. Dengan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dan pendekatan yang inklusif, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memiliki kepedulian, keterampilan, dan kemandirian dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan.
Untuk itu, DLH Kabupaten Magelang terus memperluas edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah secara inklusif. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan pemilahan sampah bagi komunitas disabilitas yang dilaksanakan di Yayasan Nisrina Putri Bunda, Desa Deyangan.
Dalam pelaksanaannya, harus melibatkan dan mendapat dukungan masyarakat, serta berbagai pihak termasuk guru, orang tua, dan komunitas.
Metode pembelajaran memilah dan mengolah sampah ini bertujuan agar tercipta kelas yang aktif, kondusif, kreatif, dan tentunya sangat menyenangkan bagi peserta didik berkebutuhan khusus tersebut.
Sebanyak 13 Penyuluh Lingkungan Hidup pada DLH Kabupaten Magelang dilibatkan untuk melatih puluhan peserta didik berkebutuhan khusus yang juga dihadiri oleh pengurus Yayasan Nisrina Putri Bunda serta seluruh anak binaan yayasan. Pelatihan memilah sampah bagi anak disabilitas, merupakan kegiatan edukasi inklusif untuk mengenalkan kepedulian lingkungan, melatih motorik, serta membangun keterampilan kemandirian.
Metode ini disesuaikan dengan kebutuhan khusus anak melalui praktik langsung yang menyenangkan. Tujuan dan manfaat keterampilan untuk melatih anak mengelola tugas harian secara mandiri, dengan kepedulian lingkungan, mengenalkan cinta lingkungan sejak dini, serta pemberdayaan sosial dalam mengintegrasikan anak disabilitas agar aktif dalam kegiatan masyarakat.
Ketua Yayasan Nisrina Putri Bunda, Dewi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DLH Kabupaten Magelang atas perhatian serta edukasi yang diberikan kepada anak-anak binaan.
"Pelatihannya lebih ke pemilahan sampah anorganik sederhana, pengenalan jenis yang laku dijual dan yang bisa dikumpulkan oleh anak-anak dan diminta praktik langsung untuk menentukan masuk ke kategori sampah plastik, kertas, logam," terangnya.
Anak-anak mendapatkan pengalaman baru melalui praktik langsung pemilahan sampah.
"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan memberikan manfaat bagi anak-anak maupun lingkungan di sekitar yayasan," harapnya.

@kominfomagelang 👧🧒✨ 1.217 anak dari seluruh Kabupaten Magelang berkumpul dalam Puncak Hari Anak Nasional ke-42 dengan tema “Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”. Bersama, Pemkab Magelang dan seluruh OPD berkolaborasi menghadirkan ruang yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak demi mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan siap membangun masa depan daerah. 🇮🇩❤️ Karena masa depan Magelang dimulai dari anak-anak hari ini! 🌟 #HAN2026 #HariAnakNasional #KabupatenMagelang #Magelang #AnakIndonesia ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar