Warga Padati Parade Budaya Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Dilihat 32 kali

BERITAMAGELANG.ID - Sejak pagi, warga memadati sepanjang Jalan Soekarno-Hatta Kota Mungkid untuk menyaksikan Parade Budaya Kabupaten Magelang Tahun 2026. Parade ini tidak sekadar menjadi panggung untuk menampilkan keragaman seni dan tradisi. Di tengah semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meneguhkan kebhinekaan sekaligus mendorong kebudayaan menjadi kekuatan bagi kemandirian masyarakat.

Mengusung tema "Nguri-uri Budaya, Tumuju Mandhirining Wargane", Parade Budaya digelar Rabu (19/8/2026) sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, Kota Mungkid. Kegiatan berlangsung cukup meriah diikuti 21 kecamatan, kelompok seni, pelaku inovasi karya kreatif, 28 perwakilan OPD/BUMN/BUMD, Paskibraka Kabupaten Magelang, serta penampilan khusus Soreng Istana.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengatakan, tema yang diusung memiliki makna lebih jauh daripada sekadar upaya melestarikan kesenian dan tradisi. Menurutnya, ketika masyarakat merawat dan mencintai kebudayaannya sendiri, pada saat yang sama masyarakat sedang membangun fondasi karakter yang tangguh, berdikari, dan mandiri.

"Kebudayaan adalah akar kekuatan kita untuk melangkah maju," ujar Grengseng.

Ia menegaskan, keberagaman budaya yang hidup di Kabupaten Magelang merupakan bagian dari kekuatan Indonesia. Dari berbagai seni, tradisi, suku, agama, dan cara hidup yang berbeda, masyarakat dipersatukan dalam semangat kebhinekaan.

"Dari wilayah kaki-kaki gunung, dari tanah yang menaungi Borobudur, Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya sekadar semboyan. Tapi inilah cara hidup, inilah yang menjadikan kita sebagai Indonesia," katanya.

Menurutnya, Parade Budaya menjadi gambaran kecil Indonesia yang hadir di Kabupaten Magelang. Keberagaman tersebut tidak hanya perlu dirayakan, tetapi juga menjadi landasan untuk membangun kehidupan masyarakat yang semakin sejahtera.

"Semoga dengan keberagaman yang telah menjadi landasan hidup kita, kita bisa menjadikan Indonesia kecil di wilayah Jawa Tengah dan kita wujudkan dalam bentuk keberagaman dalam hidup, keberagaman dalam mencapai kesejahteraan masyarakat," harapnya.

Bupati juga memberikan perhatian khusus kepada generasi muda agar tidak tercerabut dari akar budayanya sendiri. Ia mendorong generasi muda untuk mengenali, mencintai, mempelajari, sekaligus mengembangkan budaya lokal melalui cara-cara kreatif yang sesuai dengan perkembangan zaman.

"Jadikan teknologi dan kreativitas sebagai sarana untuk memperkenalkan budaya Kabupaten Magelang kepada masyarakat yang lebih luas," pesannya.

Lebih dari itu, Bupati berharap kebudayaan dapat memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat, termasuk membuka ruang tumbuh bagi pelaku seni dan budaya serta mendukung kemandirian ekonomi.

Pada kesempatan ini, ia juga menyampaikan keberagaman tersebut juga harus menumbuhkan rasa kemanusiaan. Di tengah kegembiraan Parade Budaya, masyarakat diajak tetap memiliki kepedulian terhadap saudara-saudara yang sedang menghadapi bencana.

"Parade budaya ini nanti akan menjadi momentum kita menguatkan ke-Indonesia-an kita, menguatkan rasa kemanusiaan kita sebagai sebuah bangsa ketika kita mendengar, melihat, dan ikut merasakan saudara-saudara kita yang sedang mengalami bencana," ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Wisnu Argo Budiono menjelaskan, Parade Budaya merupakan bagian dari Kegiatan Peningkatan Kapasitas Tata Kelola Lembaga Kesenian Tradisional Tahun Anggaran 2026.

"Melalui semangat Nguri-uri Budaya, Tumuju Mandhirining Wargane, diharapkan budaya tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga menjadi kekuatan bagi masyarakat untuk tetap kreatif, produktif, dan mandiri secara ekonomi di tengah kondisi yang penuh tantangan saat ini," jelas Wisnu.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, rangkaian parade ini memperlihatkan bagaimana tradisi dapat berjalan beriringan dengan kreativitas. 

"Berbagai kelompok seni dan pelaku karya kreatif dari 21 kecamatan hadir membawa karakter budaya masing-masing, sehingga sepanjang jalur parade menjadi ruang perjumpaan berbagai ekspresi budaya masyarakat Kabupaten Magelang," jelasnya. 

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, peserta parade, seniman, pelaku budaya, serta masyarakat yang turut menyukseskan kegiatan.

"Semoga Parade Budaya ini menjadi momentum untuk semakin memperkuat kecintaan kita terhadap budaya daerah, memberikan manfaat bagi masyarakat, menjadi ruang tumbuh bagi para pelaku seni dan budaya, serta semakin memperkenalkan Kabupaten Magelang sebagai daerah yang kaya akan budaya dan kreativitas," pungkasnya. 

Dengan semangat tersebut, Parade Budaya Kabupaten Magelang 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai tontonan dan perayaan tahunan. Lebih dari itu, budaya didorong menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, dirawat oleh generasi muda, dikembangkan melalui kreativitas, dan pada akhirnya memberi nilai tambah bagi kesejahteraan serta kemandirian warga.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 👧🧒✨ 1.217 anak dari seluruh Kabupaten Magelang berkumpul dalam Puncak Hari Anak Nasional ke-42 dengan tema “Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”. Bersama, Pemkab Magelang dan seluruh OPD berkolaborasi menghadirkan ruang yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak demi mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan siap membangun masa depan daerah. 🇮🇩❤️ Karena masa depan Magelang dimulai dari anak-anak hari ini! 🌟 #HAN2026 #HariAnakNasional #KabupatenMagelang #Magelang #AnakIndonesia ♬ original sound - kominfomagelang