BERITAMAGELANG.ID - Alunan nada gembira dan lantunan puji-pujian membumbung tinggi menembus langit malam di Lapangan Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jumat (21/8/2026). Di bawah pendar cahaya panggung dan kehangatan malam, ratusan warga berkumpul. Tidak ada sekat yang memisahkan, yang ada senyum, tepuk tangan, dan rasa persaudaraan yang mengikat erat sebagai anak bangsa.
Malam itu bukan sekadar perayaan biasa. Lapangan Mendut menjadi saksi bisu gelaran megah bertajuk Pentas Seni Semarak Kemerdekaan dan Moderasi Beragama. Dihelat bersamaan dengan peringatan Malam Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus acara perpisahan 60 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 120 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, panggung budaya ini berubah menjadi laboratorium hidup toleransi antarumat beragama.
Daya tarik utama dari malam puji-pujian dan pentas seni ini terletak pada keberagaman pengisi acara. Penonton disuguhi pertunjukan seni yang mewakili perjumpaan estetik tiga agama besar yang hidup berdampingan secara damai di kawasan Mendut.
Keindahan gerak Tari Puja yang dibawakan secara anggun oleh mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Syailendra Kopeng membuka wawasan penonton akan kekayaan tradisi Buddhis yang sarat makna penghormatan. Tak lama berselang, suasana berganti syahdu nan merdu saat Paduan Suara Wilayah Mendut Andreas Rasul, jemaat dari Gereja Katolik setempat mengumandangkan tembang-tembang keroncong dan pujian yang menyejukkan jiwa.
"Judul acara kami adalah Moderasi Beragama. Di Mendut, keberagaman agama sangat terasa. Kami ingin menghadirkan tokoh dan seni dari berbagai agama agar kerukunan serta toleransi di kawasan ini semakin terikat kuat," ujar Ibnu Bintang, Ketua Penyelenggara sekaligus mahasiswa UIN Sunan Kalijaga.
Kemeriahan berlanjut saat kesenian tradisional khas Magelang, Kubro Siswo dari lingkungan Mendut, naik panggung. Dengan rampak gerak yang energik, dentuman irama musik, dan puji-pujian Islami yang bergelora, pertunjukan ini menyatukan nilai spritual Islam dengan kearifan lokal Jawa yang begitu kental.
Momen paling khidmat terjadi saat seluruh elemen masyarakat menggelar doa bersama lintas agama. Para pemimpin dan tokoh dari agama Islam, Buddha, dan Katolik memanjatkan doa demi kedamaian, keselamatan, serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Magelang.
Puncak kekhidmatan acara ditandai dengan pembacaan Deklarasi Keagamaan, sebuah komitmen bersama warga Mendut untuk terus menjaga iklim inklusif, menolak perpecahan, serta melestarikan tradisi gotong royong tanpa memandang latar belakang keyakinan.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, yang hadir secara langsung mengapresiasi tinggi inisiatif anak-anak muda KKN UIN Sunan Kalijaga bersama warga lokal. Menurutnya, Kelurahan Mendut telah membuktikan kebhinekaan bukan sekadar wacana teoritis di ruang kuliah, melainkan kenyataan indah yang hidup sehari-hari.
"Mendut adalah identitas utuh dan percontohan nyata bagi Indonesia. Keberagaman dijadikan landasan persatuan. Praktik baik seperti ini patut kita dorong menjadi kurikulum atau gagasan program daerah dalam memperkuat moderasi beragama di seluruh Kabupaten Magelang," tegas Bupati Grengseng Pamuji
Usai prosesi formal dan deklarasi, suasana malam semakin hangat dan meriah. Hadirnya hiburan musik dari Emirates Musik Religi membawakan aransemen gambus dan selawat yang menyegarkan suasana. Penonton dari kalangan anak-anak hingga orang tua tampak menikmati setiap irama.
Puncak kemeriahan pecah saat penyanyi religi, Wafiq Azizah, naik ke atas panggung. Dengan suara khasnya yang merdu, Wafiq membawakan deretan sholawat dan lagu-lagu hits religi yang mengajak seluruh hadirin bersholawat bersama. Ratusan warga yang memadati Lapangan Mendut larut dalam kebahagiaan malam peringatan Maulid Nabi tersebut.
Acara yang berlangsung hingga larut malam ini menjadi kado perpisahan yang manis dari para mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga. Lebih dari sekadar perpisahan, panggung seni di Lapangan Mendut telah meninggalkan jejak bahwa perbedaan keyakinan bukan sekat memisah, melainkan kekayaan harmoni yang memperindah bumi Magelang.

@kominfomagelang 👧🧒✨ 1.217 anak dari seluruh Kabupaten Magelang berkumpul dalam Puncak Hari Anak Nasional ke-42 dengan tema “Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”. Bersama, Pemkab Magelang dan seluruh OPD berkolaborasi menghadirkan ruang yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak demi mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan siap membangun masa depan daerah. 🇮🇩❤️ Karena masa depan Magelang dimulai dari anak-anak hari ini! 🌟 #HAN2026 #HariAnakNasional #KabupatenMagelang #Magelang #AnakIndonesia ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar