BERITAMAGELANG.ID - Sebanyak 291 santri dari 21 kecamatan di Kabupaten Magelang mengikuti babak final Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) Tingkat Kabupaten Magelang Tahun 2026 di MAJT An Nuur, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Magelang, Grengseng Pamuji tersebut menjadi rangkaian kegiatan menyambut Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji mengatakan, FASI menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan misi pertama Magelang Anyar Gress, yakni "Pinter Ngaji, Pinter Sekolah Bocahe".
Menurutnya, pembangunan generasi muda tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga penguatan mental dan spiritual agar anak-anak memiliki karakter yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan.
"Kegiatan seperti ini penting untuk mengoptimalkan potensi para siswa atau santri sekaligus memberikan penguatan mental spiritual yang akan menjadi benteng bagi para remaja agar tidak terpapar hal-hal negatif seperti judi online, pinjol, tawuran, dan konten negatif di media sosial," ujar Grengseng.
Ia menambahkan, FASI juga menjadi sarana untuk melatih soft skill, jiwa kompetitif, kedisiplinan, serta mental tangguh para santri.
"Kami berharap dari FASI ini lahir generasi unggul dari Kabupaten Magelang yang akan menjadi delegasi di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional," harapnya.
Plt. Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Magelang sekaligus Ketua Panitia FASI 2026, Yusuf Ari Wibowo menjelaskan, pelaksanaan FASI tahun ini menggunakan konsep hybrid, yakni melalui tahapan daring dan luring.
Tahapan daring telah berlangsung pada 14-31 Agustus 2026 untuk delapan majelis lomba melalui pengiriman video. Selanjutnya, penilaian dilaksanakan pada 3 September 2026 untuk menjaring enam peserta terbaik yang berhak maju ke babak final.
"Sementara tahap luring dilaksanakan hari ini di MAJT An Nuur dengan mempertandingkan empat majelis lomba sekaligus babak final dari delapan majelis lainnya," jelas Yusuf.
FASI rutin dilaksanakan setiap tiga tahun sekali. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan ruang bagi santri untuk mengembangkan bakat dan kemampuan di bidang keagamaan, meningkatkan motivasi dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an, serta menumbuhkan sikap disiplin dan akhlakul karimah.
Sebanyak 12 majelis lomba dipertandingkan dalam FASI Kabupaten Magelang Tahun 2026. Di antaranya Tartil Al-Qur'an, Tahfidz Juz Amma, Adzan dan Iqomah, Nasyid Islami, cerdas cermat Al-Qur'an, kaligrafi, ceramah agama, peragaan salat, dan menggambar.
FASI 2026 diikuti 291 peserta dari TPQ, TKA, dan LPQ se-Kabupaten Magelang. Seluruh kecamatan mengirimkan wakilnya. Tiga kecamatan dengan peserta terbanyak, yakni Mungkid sebanyak 22 peserta, serta Kaliangkrik dan Pakis masing-masing 21 peserta.
Para pemenang FASI Kabupaten Magelang Tahun 2026 akan mendapatkan trofi, piagam penghargaan, dan uang pembinaan. Selain itu, mereka juga akan mewakili Kabupaten Magelang dalam FASI Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026.
Yusuf berharap para peserta terbaik nantinya mampu membawa nama baik Kabupaten Magelang dan melanjutkan prestasi hingga tingkat nasional.
Ia juga berpesan kepada dewan hakim yang berasal dari unsur penyuluh agama Kementerian Agama dan Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (Badko LPQ) Kabupaten Magelang agar menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan transparan.
"Selamat berkompetisi kepada seluruh peserta. Semangat berjuang dan semoga diberikan hasil yang terbaik," tutupnya.
Pelaksanaan FASI Kabupaten Magelang Tahun 2026 merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Magelang, Kementerian Agama Kabupaten Magelang, Badko LPQ Kabupaten Magelang, dan MAJT An Nuur. Pembiayaan kegiatan bersumber dari APBD Kabupaten Magelang Tahun Anggaran 2026.
Setelah FASI, rangkaian kegiatan menyambut Hari Santri Nasional Tahun 2026 di Kabupaten Magelang akan dilanjutkan dengan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) dan Festival Rebana Tingkat Kabupaten Magelang pada Oktober mendatang.

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar