Lestarikan Desa Minawisata, Warga Ngrajek Grebeg Gunungan Ikan

Dilihat 37 kali
Warga bersiap berebut gunungan ikah dan hasil bumi dalam tradisi Merti Desa Ngrajek Mungkid Kabupaten Magelang

BERITAMAGELANG.ID - Warga Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang berebut 12 gunungan hasil bumi dan ikan. Semua gunungan tersebut ludes tak tersisa dalam kurun waktu kurang dari 10 menit.

Tradisi Merti Desa Ngrajeg diawali dengan kirab sepanjang kurang lebih 2 kilometer (km) menuju Lepen Shumong. Nampak dalam prosesi itu, warga antusias menonton sepanjang jalan yang dilewati.

Kepala Desa Ngrajek, Muhammad Rizqi Kurniawan mengatakan, Merti Desa tahun ini digelar dalam tiga rangkaian utama.

"Kegiatan diawali dengan ruwat-rawat sumber mata air Tuk Mudal pada Sabtu (29/8/2026)," bebernya.

Sumber mata air tersebut, lanjutnya, menjadi bagian penting dalam kehidupan warga Desa Ngrajek. Air dari sumber Tuk Mudal digunakan untuk berbagai kebutuhan warga. Mulai dari air bersih dan air minum hingga mencuci, memasak, bertani, dan budi daya ikan.

Menurut dia, keberadaan sumber mata air menjadi semakin penting saat musim kemarau. Di tengah sejumlah wilayah sekitar yang mengalami kekurangan air, Desa Ngrajek masih memiliki pasokan air yang cukup.

Karena itu, kegiatan rawat ruwat bukan sekadar ritual. Warga juga diajak menjaga keberadaan sumber mata air agar tetap lestari. Dalam kegiatan tersebut, warga berdoa bersama agar sumber mata air Tuk Mudal tidak mengering dan tetap memberi manfaat.

Setelah ruwat-rawat sumber mata air, rangkaian Merti Desa dilanjutkan dengan parade gunungan hasil pertanian dan perikanan pada Minggu (30/8/2026). Enam dusun yang berada di Desa Ngrajek masing-masing menampilkan gunungan serta kesenian tradisional.

Total terdapat 12 gunungan yang diarak, terdiri atas enam gunungan ikan, sisanya gunungan hasil pertanian. Gunungan ikan dipilih karena menjadi identitas Desa Ngrajek.

Sebab, kata dia, wilayah itu dikenal sebagai salah satu sentra perikanan di Jawa Tengah.

"Gunungan ikan itu karena ikan ini ikon desa kami. Desa kami sudah terkenal se-Jawa Tengah sebagai daerah perikanan," lontarnya.

Rizqi berharap, Merti Desa ini dapat memperkuat identitas Ngrajek sebagai desa yang mengembangkan perpaduan sektor perikanan dan pariwisata, konsep tersebut sebagai Desa Mina Wisata.

Konsep itu, kata dia, tidak hanya diwujudkan melalui parade gunungan. Pemdes Ngrajek juga berupaya mengenalkan konsumsi ikan kepada warga melalui berbagai kegiatan. Satu di antaranya dengan  menjadikan ikan sebagai menu utama dalam berbagai kegiatan.

Di sisi lain, kehidupan ekonomi warga Ngrajek tidak hanya bergantung pada ikan. Sebagian warga juga mengembangkan pertanian padi dan palawija. Karena itu, hasil pertanian dan perikanan sama-sama ditampilkan dalam gunungan.

Hasil bumi tersebut kemudian diperebutkan warga sebagai bagian dari tradisi sedekah desa.

"Filosofinya kami mensedekahkan kepada warga desa kami dan juga masyarakat desa sekitar," ucap Rizqi.

Usai kirab, kerumunan warga mengarah ke sejumlah gunungan yang dibawa perwakilan dusun. Bahkan, sebelum diberi aba-aba oleh panitia, tangan-tangan warga sontak berebut mengambil ikan yang dipercaya membawa keberkahan dari tradisi tahunan tersebut. Tidak hanya ikan, gunungan hasil pertanian juga menjadi sasaran warga.

Warga Rambeanak, Muhammad Kurniawan Tri Saputra mengaku, sengaja ikut dalam perebutan gunungan karena suasananya meriah. Dia mengetahui kegiatan tersebut dari teman dan mendapat delapan plastik berisi ikan koi.

"Ikut karena seru," kata dia.

Tradisi rebutan gunungan tersebut menjadi bagian dari Merti Desa Ngrajek yang tahun ini digelar untuk kedua kalinya. Selain sebagai ungkapan syukur atas hasil bumi dan perikanan, kegiatan itu sekaligus dirangkai dengan peringatan HUT ke-81 RI dan Maulid Nabi.

Dia berharap, tradisi tersebut juga menjadi simbol agar hasil produksi warga terus meningkat. Selain itu, dia berharap, sektor perikanan dan pertanian dapat memberikan penghidupan yang semakin baik bagi warga.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 👧🧒✨ 1.217 anak dari seluruh Kabupaten Magelang berkumpul dalam Puncak Hari Anak Nasional ke-42 dengan tema “Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”. Bersama, Pemkab Magelang dan seluruh OPD berkolaborasi menghadirkan ruang yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak demi mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan siap membangun masa depan daerah. 🇮🇩❤️ Karena masa depan Magelang dimulai dari anak-anak hari ini! 🌟 #HAN2026 #HariAnakNasional #KabupatenMagelang #Magelang #AnakIndonesia ♬ original sound - kominfomagelang