BERITAMAGELANG - Kehadiran Volkswagen (VW) Safari di kawasan Borobudur tidak lagi sekadar menjadi moda transportasi wisata. Pemerintah Kabupaten Magelang melihat keberadaan komunitas VW sebagai potensi baru yang dapat memperkuat daya tarik pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Selanjutnya, Pemkab Magelang akan mendorong kegiatan komunitas VW dikembangkan menjadi event tahunan dan masuk dalam kalender wisata Kabupaten Magelang.
Rencana tersebut disampaikan Bupati Magelang Grengseng Pamuji saat menghadiri Parade VW Safari Borobudur bertema 'Classic Drive, Timeless Culture' di Lapangan Tuksongo, Borobudur, Rabu (26/8/2026).
Grengseng mengapresiasi kreativitas komunitas VW yang telah tumbuh dan berkembang menjadi bagian dari aktivitas pariwisata di Borobudur. Menurutnya, keberadaan VW Safari menjadi contoh bahwa destinasi wisata tidak hanya lahir dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kreativitas masyarakat.
"Yang kita bangun itu ekosistem wisata dari hulu sampai hilir. Hari ini VW adalah salah satu destinasi wisata baru yang muncul dari kreativitas teman-teman dari Borobudur," kata Grengseng.
Ia menilai perpaduan kendaraan klasik, kekayaan budaya, serta lanskap alam Borobudur mampu menciptakan pengalaman wisata yang berbeda. Potensi tersebut perlu terus dikembangkan agar memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Lebih lanjut, ia menjelaskan perkembangan komunitas VW di Magelang pun menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Sejak pertama kali berdiri pada Juli 2017 dengan jumlah VW Safari kurang dari 10 unit, kini jumlahnya telah berkembang menjadi lebih dari 400 unit. Kendaraan tersebut juga telah dimanfaatkan sebagai salah satu moda transportasi wisata di kawasan Borobudur dan sekitarnya.
Menurut Grengseng, Pemkab Magelang akan terus membuka ruang kolaborasi dengan komunitas. Salah satunya dengan mendorong penyusunan kesepakatan bersama terkait operasional dan tarif layanan VW Safari sehingga aktivitas pariwisata dapat berjalan tertib, nyaman, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Pemkab Magelang juga tengah merumuskan Peraturan Daerah tentang transportasi pariwisata. Regulasi tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian dan menjadi payung dalam mengatur berbagai aspek transportasi wisata yang selama ini belum memiliki ketentuan secara jelas.
"Mari kita duduk bersama agar bisa membangun harmoni di masyarakat, di dunia pariwisata, sehingga terwujud pariwisata yang memberikan nilai tambah dan kenaikan kesejahteraan bagi masyarakat Borobudur," ajaknya.
Ketua Komunitas VW sekaligus Ketua Panitia Parade VW Safari Borobudur, Prana Aji mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan sekitar 25 komunitas VW di kawasan Borobudur yang selama ini berjalan secara terpisah.
Dalam pelaksanaan perdana tersebut, panitia mencatat sekitar 400 unit VW terdaftar. Dari jumlah itu, sekitar 200 unit mengikuti parade dengan menempuh rute mengelilingi desa-desa di sekitar Borobudur sepanjang 10-12 kilometer.
"Tujuannya untuk mempersatukan komunitas yang ada di Borobudur, sehingga kita bersatu, padu, kompak dalam melayani wisatawan," katanya.
Parade VW tersebut juga melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan, mulai dari ASN, Forkopimcam, paguyuban pensiunan, komunitas VW dari berbagai daerah, hingga siswa dari 12 sekolah dasar di sekitar Borobudur.
Ia berharap kegiatan perdana tersebut dapat berkembang menjadi event berskala regional bahkan nasional. Dalam jangka panjang, komunitas VW Borobudur menargetkan Parade VW Safari menjadi agenda rutin tahunan dan masuk dalam kalender wisata Kabupaten Magelang.
Bagi Pemkab Magelang, berkembangnya komunitas VW menjadi event wisata merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pariwisata yang tumbuh dari masyarakat. Ketika komunitas, budaya, destinasi, dan pelaku usaha bergerak bersama, aktivitas wisata diharapkan tidak berhenti pada kunjungan wisatawan, tetapi turut menciptakan perputaran ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga Borobudur.
Dengan semakin solidnya komunitas dan dukungan pemerintah daerah, VW Safari diharapkan menjadi lebih dari sekadar kendaraan klasik, melainkan ikon wisata berbasis komunitas yang ikut menghidupkan Borobudur.
@kominfomagelang 👧🧒✨ 1.217 anak dari seluruh Kabupaten Magelang berkumpul dalam Puncak Hari Anak Nasional ke-42 dengan tema “Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”. Bersama, Pemkab Magelang dan seluruh OPD berkolaborasi menghadirkan ruang yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak demi mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan siap membangun masa depan daerah. 🇮🇩❤️ Karena masa depan Magelang dimulai dari anak-anak hari ini! 🌟 #HAN2026 #HariAnakNasional #KabupatenMagelang #Magelang #AnakIndonesia ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar