Pemkab Magelang Dorong Penguatan SDM dan Perluasan Peluang Kerja ke Jepang

Dilihat 48 kali
Penandatanganan kerja sama PT Saitama Juara Mendunia dengan sejumlah lembaga pendidikan di Kabupaten Magelang.

BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu bersaing di pasar kerja global. Salah satunya melalui penguatan lembaga pendidikan dan pelatihan kerja yang menyiapkan calon tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan industri, termasuk peluang kerja di Jepang.

Komitmen tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Jadi ke-14 LPK Saitama yang dirangkaikan dengan peluncuran Sending Organization (SO) PT Ayaka Jossei Center di Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Senin (24/8/2026).

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinnaker) Kabupaten Magelang, Siti Zumaroh, yang hadir mewakili Bupati Magelang mengatakan, keberadaan lembaga pendidikan dan pelatihan kerja memiliki peran penting dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin terbuka.

Menurutnya, di tengah era globalisasi, lulusan tidak cukup hanya mengandalkan ijazah formal. Tenaga kerja juga harus memiliki kompetensi, karakter, kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, serta pemahaman terhadap budaya dan etos kerja negara tujuan.

"Generasi muda tidak cukup hanya memiliki ijazah, tetapi juga harus memiliki keterampilan, kemampuan bahasa, disiplin, karakter, dan memahami budaya kerja serta hak dan kewajibannya sebagai pekerja," ujar Zumaroh.

Ia menilai, peluncuran Sending Organization PT Ayaka Jossei Center menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem penyiapan dan penempatan tenaga kerja Indonesia ke Jepang. Ekosistem tersebut tidak hanya berkaitan dengan proses keberangkatan, tetapi juga mencakup pembekalan kompetensi, penguasaan bahasa dan budaya Jepang, proses rekrutmen yang transparan, hingga pendampingan dan perlindungan tenaga kerja.

"Ini bukan sekadar pengembangan usaha, tetapi juga memperkuat ekosistem penyiapan, penempatan, dan pendampingan tenaga kerja Indonesia ke Jepang," katanya.


Peluang Kerja Jepang Terbuka Luas

Zumaroh mengatakan peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di Jepang masih terbuka luas. Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan kesiapan SDM yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan standar yang ditetapkan negara tujuan.

Ia berharap kerja sama antara pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, lembaga pelatihan kerja, Sending Organization, serta perusahaan di Jepang dapat terus diperkuat.

"Yang harus kita kejar bukan hanya jumlah orang yang berangkat, tetapi kualitas orang yang berangkat," tegasnya.

Menurut Zumaroh, peningkatan kualitas tenaga kerja akan memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat. Ketika masyarakat memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, peluang memperoleh pekerjaan dan pendapatan yang lebih baik akan semakin terbuka.

"Ketika SDM kita sudah baik dan kompeten untuk bekerja, terutama di Jepang, harapannya pendapatan meningkat. Dengan begitu perekonomian membaik, pengangguran menurun, dan kemiskinan juga ikut turun," harapnya.


Saitama Siapkan SDM untuk Pasar Kerja Jepang

Direktur PT Saitama Juara Mendunia, Alfadlol mengatakan, selama 14 tahun LPK Saitama telah mengembangkan program pendidikan dan pelatihan bagi calon tenaga kerja yang akan bekerja maupun mengikuti program magang di Jepang.

Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja di Jepang dalam lima tahun mendatang diproyeksikan mencapai sekitar 820.000 orang. Peluang tersebut antara lain berasal dari sektor perawatan atau caregiver, industri elektronik, otomotif, operator mesin, serta berbagai bidang lainnya.

"Per hari ini, Alhamdulillah, sudah mulai berdatangan beberapa perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dari kita. Ada perawat, industri elektronik, otomotif, dan beberapa lainnya," kata Alfadlol.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Saitama telah membangun kerja sama dengan puluhan SMA/SMK dan perguruan tinggi. Kerja sama tersebut meliputi pendidikan bahasa Jepang, penyiapan keterampilan, hingga penyaluran lulusan yang memenuhi persyaratan kepada perusahaan yang membutuhkan.

Alfadlol menambahkan, hingga saat ini ekosistem pendidikan dan pelatihan di bawah Holding PT Saitama Juara Mendunia, termasuk LPK Saitama dan LPK Ayaka Jossei Center, telah meluluskan dan menyalurkan lebih dari 2.100 peserta untuk bekerja maupun mengikuti program di Jepang.

"Begitu siswa selesai dan memenuhi syarat, kami lakukan mix and match dengan perusahaan untuk bisa langsung bekerja atau magang di Jepang," ujarnya.

Kebutuhan tenaga kerja yang saat ini tengah dipersiapkan antara lain sekitar 150 tenaga perawat, selain operator mesin, elektronik, dan otomotif.


Hadirkan Jalur Penempatan Langsung

Peluncuran PT Ayaka Jossei Center sebagai Sending Organization menambah alternatif jalur penempatan tenaga kerja ke Jepang.

Alfadlol menjelaskan, LPK Saitama selama ini berfokus pada penyiapan peserta melalui program kerja sama resmi antara Kementerian Ketenagakerjaan RI dan IM Japan. Sementara itu, dengan status sebagai Sending Organization, Ayaka Jossei Center dapat melakukan penyaluran tenaga kerja secara langsung kepada perusahaan penerima di Jepang sesuai dengan kualifikasi dan kebutuhan yang ditetapkan.

"Sekarang kami punya dua jalur. Saitama melalui program pemerintah dan IM Japan, sedangkan Ayaka sebagai SO bisa langsung menyesuaikan kebutuhan perusahaan," jelasnya.

Keberadaan jalur tersebut diharapkan dapat semakin memperluas akses masyarakat Kabupaten Magelang terhadap informasi, pelatihan, dan peluang kerja di luar negeri yang legal serta sesuai dengan kompetensi calon pekerja.

Pemkab Magelang mendorong agar seluruh proses penyiapan dan penempatan tenaga kerja tetap mengedepankan prinsip transparansi, kompetensi, perlindungan, dan pemenuhan hak-hak pekerja.

Melalui sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan dan pelatihan, dunia pendidikan, serta mitra perusahaan di luar negeri, peluang kerja global diharapkan dapat menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung upaya penurunan pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Magelang.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 👧🧒✨ 1.217 anak dari seluruh Kabupaten Magelang berkumpul dalam Puncak Hari Anak Nasional ke-42 dengan tema “Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”. Bersama, Pemkab Magelang dan seluruh OPD berkolaborasi menghadirkan ruang yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak demi mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan siap membangun masa depan daerah. 🇮🇩❤️ Karena masa depan Magelang dimulai dari anak-anak hari ini! 🌟 #HAN2026 #HariAnakNasional #KabupatenMagelang #Magelang #AnakIndonesia ♬ original sound - kominfomagelang