BERITAMAGELANG.ID - Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran (APG) pada Jumat (28/8/2026) malam dan Sabtu (29/8/2026) pagi. Dua kejadian tersebut tercatat meluncur sejauh sekitar 2 kilometer ke arah barat daya atau hulu Kali Sat/Putih. Hingga Sabtu (29/8/2026) siang, kondisi wilayah Kabupaten Magelang masih aman terkendali dan belum ada laporan hujan abu vulkanik di permukiman warga.
Berdasarkan data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), APG pertama terjadi pada Jumat pukul 21.22 WIB. Awan panas tersebut memiliki amplitudo maksimum 87,74 milimeter dengan durasi 116,97 detik dan estimasi jarak luncur 2.000 meter.
"Estimasi jarak luncur 2.000 m dengan amplitudo maks 87,74 mm durasi 116,97 detik mengarah ke barat daya (hulu Kali Sat/Putih)," tulis BPPTKG dalam rilisnya.
Sementara APG kedua terjadi pada Sabtu pukul 09.18 WIB dengan estimasi jarak luncur yang sama, yakni 2.000 meter. Kejadian tersebut memiliki amplitudo maksimum 31,9 milimeter dan berlangsung selama 142,28 detik.
"Estimasi jarak luncur 2.000 m dengan amplitudo maks 31,9 mm durasi 142,28 detik mengarah ke barat daya (hulu Kali Sat/Putih)," tulis BPPTKG.
Petugas Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Magelang, Kristian Ade Wijaya mengatakan, aktivitas tersebut langsung terpantau oleh petugas, termasuk setelah munculnya sejumlah titik api di kawasan lereng Merapi.
"Status Gunung Merapi masih berada pada Level 3 atau Siaga. Sejumlah titik api sempat terlihat melalui CCTV pemantauan dan rekaman warga di lereng Merapi. Titik api mulai mengecil pada pukul 21.56 WIB dan sudah tidak terpantau lagi sekitar pukul 22.00 WIB," kata Kristian.
Menurutnya, hingga saat ini belum terdapat laporan dampak APG maupun hujan abu vulkanik di wilayah permukiman Kabupaten Magelang. Pemantauan juga dilakukan melalui relawan dan Tim Reaksi Cepat (TRC).
"Sampai dengan saat ini tidak ada laporan dari masyarakat, relawan maupun TRC di wilayah Srumbung, Sawangan, Dukun ataupun wilayah KRB III. Masyarakat masih melakukan aktivitas seperti biasanya," ujarnya.
Kristian meminta masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan menjauhi kawasan rawan bencana serta alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi.
"Warga agar tetap tenang dan waspada, serta mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh BPPTKG," katanya.
BPPTKG masih menetapkan tingkat aktivitas Gunung Merapi pada Siaga (Level III). Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya dan mewaspadai ancaman awan panas guguran maupun lahar, terutama saat terjadi hujan di sekitar Merapi.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
BPPTKG juga menyebut suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di daerah potensi bahaya. Masyarakat diminta mematuhi rekomendasi resmi dan mengantisipasi kemungkinan gangguan abu vulkanik.
Hingga Sabtu siang, aktivitas masyarakat di wilayah sekitar Merapi di Kabupaten Magelang masih berlangsung normal. BPBD Kabupaten Magelang terus melakukan pemantauan dan mengimbau masyarakat memperoleh informasi perkembangan Gunung Merapi dari sumber resmi.

@kominfomagelang 👧🧒✨ 1.217 anak dari seluruh Kabupaten Magelang berkumpul dalam Puncak Hari Anak Nasional ke-42 dengan tema “Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”. Bersama, Pemkab Magelang dan seluruh OPD berkolaborasi menghadirkan ruang yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak demi mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan siap membangun masa depan daerah. 🇮🇩❤️ Karena masa depan Magelang dimulai dari anak-anak hari ini! 🌟 #HAN2026 #HariAnakNasional #KabupatenMagelang #Magelang #AnakIndonesia ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar